Breaking News:

Demo AWK

Aksi Demo Tuntut AWK Bakal Kembali Digelar Senin Besok, Massa dari Seluruh Bali

Aksi demo kepada anggota DPD RI Perwakilan Bali, Arya Wedakarna, akan kembali digelar Senin besok 2 November 2020

Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana ricuh terjadi di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Bali di Renon, Denpasar, Bali, Rabu (28/10/2020), saat massa menemui DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Wedasteraputra Suyasa alias AWK. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perguruan Sandhi Murti dipastikan kembali menggelar aksi demonstrasi kepada anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Wedasteraputra Suyasa (AWK), Senin (2/11/2020) besok.

Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti I Gusti Ngurah Harta mengatakan, aksi lanjutan terhadap AWK ini akan dilakukan sekitar pukul 12.00 Wita, di Kantor DPD RI Perwakilan Bali, Jalan Cok Agung Tresna Nomor 74, Renon, Denpasar, Bali.

Mengenai jumlah massa aksi yang akan diturunkan, Ngurah Harta belum bisa memberikan jawaban karena peserta berasal dari seluruh Bali, termasuk masyarakat dari Nusa Penida, Klungkung.

"Wih endak tahu (berapa massanya), karena se-Bali soalnya," kata Ngurah Harta saat dihubungi Tribun Bali melalui sambungan telepon dari Bangli, Minggu (1/11/2020).

Baca juga: AWK Tak Terima Videonya Dipotong dan Viral, Ini Klarifikasi Arya Wedakarna soal Kondom & Seks Bebas

Baca juga: Arya Wedakarna Dilaporkan ke Polda Bali, AWK Diduga Lakukan Tindak Pidana UU ITE, Ini Analisanya

Dirinya menuturkan, aksi yang bakal dilakukan kali ini, yakni menuntut agar AWK turun dari jabatannya sebagai anggota DPD RI Perwakilan Bali.

Baginya, tidak ada pintu maaf lagi terhadap AWK, sebab bisa saja akan mengulangi perbuatan yang sama.

"Tidak ada lagi peluang dia minta maaf karena sudah keterlaluan, (dan) besok akan mengulangi lagi. Dari dulu begitu," tegasnya.

Menanggapi adanya rencana aksi tersebut, AWK mengaku bakal memberikan ruang karena itu hak dalam berdemokrasi.

Baca juga: AWK Usut ke Jalur Hukum Pelaku Pemotongan Video

Baca juga: Pelapor AWK Bawa Alat Bukti Video, Polda Masih Analisa Laporan Shandi Murti

"Endak apa-apa, biarin saja, itu kan hak, gitu ya. Hak seseorang untuk berdemonstrasi di negara demokrasi," jelasnya.

Namun dirinya menilai demonstrasi ini sebenarnya merugikan karena telah melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Padahal, menurutnya ada berbagai saluran lain yang bisa dipakai untuk menyampaikan aspirasi, baik melalui dialog, hukum, komunikasi, silaturahmi, dan sebagainya.

"Tapi kalau mau demo-demo, ya silakan saja, tyang pokoknya bisa digarisbawahi Arya Wedakarna biasa-biasa saja menanggapi, tetap bekerja seperti biasa dan fokus gitu saja. Nanti kan juga bosen sendiri," tuturnya.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved