Aksi Damai Tolak AWK
Aksi Damai Tolak AWK di Nusa Penida Digelar Besok, Satgas Covid-19 Ingatkan Protokol Kesehatan
Sejumlah elemen masyarakat di Nusa Penida, akan menggelar aksi damai tolak AWK
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Sejumlah elemen masyarakat di Nusa Penida, akan menggelar aksi damai tolak AWK, bertempat di lapangan Puputan Klungkung, Klungkung, Bali, Selasa (3/11/2020).
Aksi damai tersebut menyusul kekecewaan warga terhadap pernyataan Arya Wedakarna (AWK) yang viral di media sosial.
"Jumlah warga yang mengikuti aksi damai sekitar 150 orang, terdiri berbagai elemen masyarakat," ujar Ketua Majelis Desa Adat Kecamatan Nusa Penida, Wayan Supartawan.
Aksi damai ini pun mendapat tanggapan dari Kepala Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Klungkung I Nyoman Suwirta.
Bupati Suwirta mewanti-wanti agar tetap mengedepankan protokol kesehatan.
Apalagi aksi damai akan diikuti ratusan orang.
"Aksi damai nantinya cukup dilakukan di Monumen Perjuangan Puputan Klungkung, dengan menjalankan protokol kesehatan. Kami tidak ingin aksi ini malah akan menimbulkan klaster baru," tegas Nyoman Suwirta, Senin (2/11/2020).
Bupati Suwirta juga meminta agar aksi dilakukan secara damai, tidak melakukan perusakan dan aksi anarkis lainnya.
Baca juga: Raja Se-Bali Lakukan Pertemuan, Dukung Proses Hukum dan Minta AWK Haturkan Guru Piduka di Pura
Baca juga: Warga Nusa Penida Tolak Kedatangan AWK
Diberitakan Tribun Bali sebelumnya, rencana kedatangan anggota DPD RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK), ke Nusa Penida, Klungkung, Bali, ditolak warga, Minggu (1/11/2020).
Dalam kunjungan kerjanya ke Nusa Penida, AWK berencana memberi klarifikasi dan ngaturang guru piduka di Pura Dalem Ped, terkait videonya yang viral di media sosial dan telah menyinggung sebagian warga di Nusa Penida.
Sejumlah tokoh masyarakat di Nusa Penida, Minggu (1/11/2020), menggelar pertemuan di Wantilan Pura Penataran Ped.
Selain dihadiri tokoh masyarakat di Nusa Penida, seperti bendesa, perbekel, prajuru Pura Dalem Ped, juga dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Kapolres Klungkung AKBP Bima Aria Viyasa.
Ketua Majelis Desa Adat Kecamatan Nusa Penida Wayan Supartawan menjelaskan, pertemuan tersebut sebenarnya merupakan agenda rutin prajuru Pura Dalem Ped.
Namun karena ada persoalan terkait video AWK yang menyebut Pura Dalem Ped, dan memunculkan ketersinggungan di masyarakat, akhirnya hal tersebut juga dibahas dalam pertemuan tersebut.
Baca juga: AWK Pastikan Proses Hukum Dugaan Penganiayaan Terus Berlanjut
Baca juga: Aksi Demo Tuntut AWK Bakal Kembali Digelar Senin Besok, Massa dari Seluruh Bali
"Kami tolak kedatangannya (AWK) karena ketidakmampuan kami menjaga keamanan,” ungkap Supartawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pertemuan-sejumlah-tokoh-masyarakat-di-nusa-penidaa.jpg)