Breaking News:

Peduli Lingkungan Hidup, BI Serahkan Mesin Pencacah Sampah ke Desa Kusamba Klungkung

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyebutkan bahwa sebuah penelitian mengungkapkan bahwa setiap hari Bali

Penulis: Karsiani Putri | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali turut berperan serta dalam penanganan sampah di Bali sebagai wujud kepedulian sosial Bank Indonesia di bidang lingkungan hidup dengan memberikan satu unit mesin pencacah sampah kepada Desa Kusamba, Klungkung, Bali pada Selasa (3/11/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Bali Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Permasalahan sampah sudah menjadi wacana yang cukup lama di Bali.

Sebagai daerah tujuan wisata, kebersihan tentu menjadi prioritas bagi pengembangan pariwisata Bali.

Sampah merupakan permasalahan kompleks yang harus ditangani bersama.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Trisno Nugroho menyebutkan bahwa sebuah penelitian mengungkapkan bahwa setiap hari Bali menghasilkan sampah sekitar 1,5 juta ton setiap tahunnya dan dari jumlah tersebut, 52 persen merupakan sampah yang tidak dikelola dan dibuang begitu saja di tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca juga: Ikuti Perbup, Dinas Kesehatan Buleleng Turun Tipe dari A ke B

Baca juga: Anggaran HUT Kota Tabanan Tahun 2020 Nol Rupiah, Perayaan Dipastikan Berlangsung Sederhana

Baca juga: 11 Bulan Tanpa Pertandingan, Begini Penjelasan Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco

Tidak ada pemilahan sampah organik dan anorganik kecuali yang dilakukan oleh pemulung sehingga  akibatnya sampah merusak lingkungan, menyebarkan bau tidak sedap dan mencemari air tanah.

Trisno Nugroho menjelaskan, Pemerintah Provinsi Bali sudah menunjukkan komitmen melawan sampah khususnya sampah plastik di Bali dengan dikeluarkannya Pergub Bali No. 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

 "Sebagai salah satu destinasi wisata di Bali, Kabupaten Klungkung juga memproduksi sampah cukup tinggi.

Kabupaten Klungkung mencoba mengatasi permasalahan sampah tersebut melalui  strategi pengelolaan sampah sendiri yaitu program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), di mana salah satu produk unggulannya adalah produksi briket bahan bakar yang dibuat dari fermentasi cacahan sampah organik dan anorganik," ucap Trisno Nugroho.

Program yang diluncurkan pada 12 Desember 2017 ini merupakan kerjasama antara Pemkab Klungkung dengan Sekolah Tinggi Teknik (STT) PLN dan Indonesia Power (IP).

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved