Breaking News:

1.577 Pengendara di Tabanan Terjaring dalam Operasi Zebra Lempuyang 2020

1.577 Pengendara Terjaring Dalam Operasi Zebra Lempuyang 2020, Pelanggar Didominasi Tanpa Helm, Tak Lakukan Penindakan Namun Teguran Lisan

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Polres Tabanan
Foto : Salah satu suasana saat Polres Tabanan menggelar Operasi Zebra Lempuyang 2020 di Tabanan. 

Dan pelanggaran yang paling mendominasi adalah tanpa helm, kemudian juga ada pelanggar rambu lalu lintas, pengendara yang tak melengkapi alat kendaraannya seperti plat nomor, spion dan lainnya.

"Sejak awal operasi tercatat sudah ada 1.577 orang yang melakukan pelanggaran. Dari jumlah tersebut didominasi tanpa helm. Beberapa diantaranya juga tanpa helm saat menggunakan pakaian adat. Padahal sudah ditegaskan jika mengenakan pakaian adat tetap harus mengenakan helm untuk keselamatan diri," tegas AKP Wila, Minggu (8/11/2020).

Ditegaskan, target Operasi Zebra Lempuyang 2020 ini adalah segala bentuk pelanggaran sesuai yang diamanatkan dalam UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

Namun, pihaknya tetap mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, untuk dapat mengantisipasi potensi gangguan, agar tidak meningkat menjadi ancaman gangguan maupun menjadi gangguan nyata.

"Jadi ada empat sasaran prioritas pelanggaran dalam giat operasi ini diantaranya tanpa helm, melanggar jalur kanan, anak dibawah umur dan melawan arus," sebutnya.

"Dan untuk pelaksanaan operasi kali ini kami di kepolisian lebih mengedepankan dengan cara humanis atau memberikan penjelasan kepada pengendara. Sehingga tak ada yang terkena tindakan berupa tilang, melainkan diberikan teguran lisan," ungkapnya.

Selain Operasi Zebra Lempuyang, kata dia, juga melaksanakan pemasangan stiker imbauan menggunakan masker.

Setidaknya sudah ada ribuan stiker "ayo pakai masker" yang disebar dan langsung ditempel di kendaraan masyarakat.

Hal ini bertujuan utnuk tetap mengingatkan masyarakat agar disiplin menerapkan 3M yakni menggunakan masker, mencuci tangan, dan juga menjaga jarak aman.

"Secara umum masyarakat sudah tertib saat penerapan 3M tersebut. Dan kini hanya tinggal perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi kedisiplinannya," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved