Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sang Ade Tolak Jual Lukisan ke Istri Koster, Pilih Dipajang agar Dikenang

Sejumlah karya seni lukis dipamerkan serta dijual di Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali, Kamis (12/11/2020).

Tayang:
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Sang Ade Suardika saat memamerkan lukisannya. lukisan sebelah kanan merupakan karyanya yang akan diblei oleh istri Gubernur Bali. Kamis (12/11/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sejumlah karya seni lukis dipamerkan serta dijual di Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali, Kamis (12/11/2020).

Dari total puluhan karya yang dipamerkan, terdapat salah satu karya milik pasien RSJ yang tidak boleh dijual oleh pelukisnya.

Karya tersebut dilukis oleh Sang Made Suardika.

Bahkan sempat ditawar oleh istri Gubernur Bali, Ni Putu Putri Suastini namun ditolak dengan alasan tidak untuk dijual.

Di sisi lain, Pria yang merupakan mantan ODGJ ini mengatakan lukisan abstrak yang dibuatnya menggambarkan roda yang berputar.

Baca juga: Saksi Paslon Pilkada di Bali Tak Dapat Fasilitas Rapid Test dari KPU, Ini Tanggapan Pengurus Parpol

Baca juga: Gelar Rapid Test Massal Bagi Calon KPPS, KPU Bali Ungkap Hasilnya 7 Persen Reaktif

Baca juga: Italia Vs Estonia, Azzurri Menang Telak 4-0 dan Jaga Rekor Tak Terkalahkan pada 20 Laga

Selian itu memiliki arti bahwa setiap pasien yang dirawat di RSJ Bali, pasti akan mengalami kesembuhan seiring berjalannya waktu.

Pria asal Desa Jehem, Tembuku itu menambahkan alasan dirinya tidak menjual lukisan tersebut lantaran ingin memberikan kenang-kenangan pada RSJ Bali, sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.

Sebab atas perawatan yang diberikan, pihaknya kini telah sembuh dan kembali produktif.

Bahkan bekerja menjadi salah satu penjaga villa di wilayah Kabupaten Bangli dan sebagai buruh serabutan di pasar.

Sang Ade mengatakan, ia ingin karyanya tersebut bisa menjadi inspirasi bagi pasien RSJ lainnya untuk berjuang demi kesembuhan.

Baca juga: Pura Campuhan Windhu Segara, Satu-satunya Pura di Bali yang Tidak Haturkan Daging sebagai Upakara

Baca juga: Truk Tronton Seruduk Pedagang Bakso di Bypass Ir Soekarno Tabanan, Nyawa Korban Tak Tertolong

Baca juga: Nunas Tamba, Begini Prosesi dan Upakara Melukat di Pura Campuhan Windhu Segara

“Kalau uang bisa dicari, tapi kalau dipajang di sini bisa dilihat oleh pasien lain dan menjadi inspirasi, saya lebih senang,” ucap pria 29 tahun itu.

Di sisi lain, Direktur RSJP Bali, Dewa Gde Basudewa mengatakan pameran lukisan bertajuk ‘Seni Ditengah Pandemi’ ini dalam rangka memperingati hari Kesehatan Nasional ke-56, Kamis (12/11/2020).

Tak hanya pameran, pihaknya juga melaksanakan dialog interaktif terkait dengan investasi diri terhadap kesehatan jiwa di masa pandemi.

“Tujuannya gerakan kesehatan mental itu adalah gerakan yang sifatnya diusahakan, tidak datang dengan sendirinya. Terlebih di tengah pandemi, kita lebih banyak berdiam diri di rumah. Maka dengan kondisi kita yang sudah mulai terkendali oleh upaya-upaya yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Bali, maka kita mulai bangkit kembali. Berproduksi kembali dengan aman, tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Klungkung Raih Prestasi Perencanaan Pemda, 2021 Dana Insentif Melonjak Jadi Rp 60 Miliar

Baca juga: Gojek Capai Transaksi Rp 170 Triliun di Tahun 2020, Memasuki Usia ke-10 di Tengah Pandemi

Baca juga: Update Kasus Covid-19 di Kota Denpasar, Positif Bertambah 26 Orang, Sembuh 18 Orang

Salah satu upaya yang dilakukan RSJ adalah dengan mengkolaborasikan pasien RSJ Bali yang memiliki bakat seni lukis bersama para pelukis, untuk membuat sebuah pameran bersama.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved