Breaking News:

Truk Tronton Seruduk Pedagang Bakso di Bypass Ir Soekarno Tabanan, Nyawa Korban Tak Tertolong

Diduga kuat sopir truk tak berkonsentrasi saat mengemudi sehingga menabrak pedagang bakso yang saat itu hendak menyeberang jalan.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa Satlantas Polres Tabanan
Polisi menunjukkan truk tronton usai menabrak seorang pedagang bakso keliling di Bypass Ir. Soekarno, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (12/11/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Seorang pedagang bakso keliling di Tabanan meninggal dunia setelah menjadi korban usai tertabrak truk tronton di Bypass Ir. Soekarno, Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Kamis (12/11/2020).

Adalah Mostar (55) asal Madura yang kini tinggal di Banjar Sanggulan.

Diduga kuat sopir truk tak berkonsentrasi saat mengemudi sehingga menabrak pedagang bakso yang saat itu hendak menyeberang jalan.

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa truk tronton menabrak seorang pedagang bakso tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 Wita.

Baca juga: Venue Olahraga di Buleleng Mulai Dibuka untuk Tempat Latihan Atlet

Baca juga: Sebagai Alternatif dari Pariwisata, Wagub Cok Ace Ingin Genjot Sektor Pertanian di Bali

Baca juga: Laboratorium PCR di RSUD Klungkung Segera Beroperasi, Mampu Uji 94 Sampel Sehari

Sebelum kejadian, lalu lintas di sekitar lokasi kejadian terpantau normal.

Korban yang kesehariannya memang berkeliling Tabanan untuk berjualan datang dari arah timur atau jurusan Denpasar menuju arah barat atau jurusan Gilimanuk berjalan di badan jalan aspal sebelah selatan as jalan.

Dan pada saat yang bersamaan dari arah timur datang kendaraan truk yang dikemudikan oleh Ari Siswanto (43) asal Surabaya.

Karena jarak yang terlalu dekat, sehingga bagian depan truk menabrak pedagang bakso hingga terpental ke sebelah utara jalan.

Akibat kejadian tersebut, korban asal Madura ini mengalami luka robek terbuka pada perut sebelah kiri, luka bengkak pada kepala belakang, keluar darah dari telinga dan mulut.

Korban juga dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta terdekat, namun sayangnya karena luka yang dideritanya cukup parah kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Penyebabnya karena kurang konsentrasinya pengemudi truk sehingga tak memperhatikan situasi dan kondisinya. Dan saat ini kami masih terus periksa sopir truknya," ungkap Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Ni Putu Wila Indrayani, Kamis (12/11/2020).

AKP Wila melanjutkan, terlebih lagi saat kejadian jarak antara pedagang bakso keliling (korban) dengan truk tronton sangat dekat sehingga menyulitkan untuk menghindar.

Korban kemudian sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun sayangnya telah menyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

"Saat ini keluarga korban masih mengurus kepulangan korban dari rumah sakit," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved