Edarkan Sabu, Ekstasi dan Ganja, Moch Erlangga Dituntut 17 Tahun Penjara

Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 9 September 1995 ini pun dituntut pidana penjara selama 17 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Penulis: Putu Candra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Putu Candra
Moch Erlangga saat menjalani sidang secara virtual. Ia dituntut 17 tahun penjara karena diduga mengedarkan narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Mochammad Erlangga (24) telah menjalani sidang tuntutan secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Pria kelahiran Bogor, Jawa Barat, 9 September 1995 ini pun dituntut pidana penjara selama 17 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terdakwa Moch Erlangga dinilai terbukti bersalah terkait peredaran narkotik golongan I.

 Diketahui, terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian dari Ditres Narkoba Polda Bali.

Baca juga: Lab PCR di RSUD Wangaya Diujicoba hingga 23 November 2020, Biaya Setting Ruangan Rp 150 Juta

Baca juga: Penerima Hibah Pariwisata di Badung Tandatangani NPHD, Pjs Bupati: Harapan untuk Memulihkan Ekonomi

Baca juga: Petugas KPPS di Badung Akan Diwajibkan Rapid Test, Jika Kedapatan Positif Covid-19 Langsung Diganti

Dari tangan terdakwa ditemukan narkotik jenis sabu seberat 18,22 gram, 1462 butir pil ekstasi dan 9,82 gram ganja.

Terkait tuntutan jaksa itu disampaikan Bambang Purwanto selaku anggota penasihat hukum dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar yang mendampingi terdakwa.

 "Terdakwa Moch Erlangga dituntut 17 tahun penjara oleh jaksa. Selain pidana badan, terdakwa juga dituntut membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsidair enam bulan penjara," ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (16/11/2020).

Bambang Purwanto menjelaskan, dalam surat tuntutan Jaksa D.I Rindayani, terdakwa dinyatakan telah terbukti sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara jual beli narkotik golongan bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram.

 Moch Erlangga pun dijerat Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotik.

"Terhadap tuntutan jaksa itu, kami selaku penasihat hukum akan mengajukan pembelaan (pledoi) tertulis," jelasnya.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, bahwa Moh Erlangga berhasil dibekuk oleh petugas kepolisian dari Ditres Narkoba Polda Bali, hari Rabu, 17 Juli 2020, sekitar pukul 01.00 Wita di Jalan Raya Pemogan.

Ditangkapnya terdakwa berawal dari adanya informasi masyarakat yang diperoleh petugas kepolisian, bahwa di seputaran Jalan raya Pamogan kerap terjadi transaksi narkotik.

Menindaklanjuti informasi itu, para petugas kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan terdakwa di depan salah satu restoran di Jalan Raya Pemogan.

Lalu dilakukan penggeledahan badan dan pakaian terhadap terdakwa.

Baca juga: Tim Hukum KRB Pertanyakan Kelanjutan Kasus Dugaan Penganiayaan, Polda Bali: Masih Dalam Proses

Baca juga: Anies Baswedan Dipanggil Polda Metro Jaya

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok 17 November 2020, Scorpio Jangan Mudah Terjebak, Cancer Buat Terkesan

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved