Human Interest Story

Perjalanan Karir Babe Kutus-Kutus, Duduki Posisi Manager di Usia 27 Tahun hingga Jadi Pengusaha

Servasius Bambang Pranoto atau lebih akrab dipanggil Babe ini merupakan orang yang membuat minyak kutus-kutus.

Penulis: Noviana Windri | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Noviana Windri
Bebe Kutus-Kutus (kiri) dalam youtube Tribun Bali segmen Bli Ojan 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Noviana Windri Rahmawati

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Servasius Bambang Pranoto atau lebih akrab dipanggil Babe ini merupakan orang yang membuat minyak kutus-kutus.

Siapa sangka, ia saat kecil sejatinya adalah seseorang yang dekat dengan dunia seni.

Pria kelahiran Klaten ini terinspirasi dari dua orong tokoh yaitu Jan Mintaraga, penulis komik remaja dan Tonny Koeswoyo.

Masing-masing tokoh tersebut mengajari Babe kecil menggambar dan menyanyi hingga membuatnya ingin berkesenian.

Baca juga: Ketua DPRD Gianyar: Usaha Air Minum Dalam Kemasan Buktikan Sumber PAD Tak Hanya Andalkan Pariwisata

Baca juga: Peringkat Kemudahan Mendapat Akses Listrik di Indonesia Naik Tajam Menjadi Urutan ke-33 pada 2020

Baca juga: 10 Orang Terjaring Razia di Kelurahan Loloan Jembrana, Pakai Masker Tapi Tak Menutupi Mulut & Hidung

"Saat SMA saya masuk The Blito di Jogja. Dari situ menginspirasi saya tentang kehidupan dan kebebasan.

Dan saya bikin majalah sekolah judulnya 'FREE' dan itu saya kerjakan sendiri. Tidak ada yang membantu hingga majalah itu berumur 15 tahun," ungkapnya.

Hal tersebut yang membuat ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa membuat sesuatu yang besar tidak perlu modal besar.

Tetapi ide, keyakinan, dan dilaksanakan.

Pada umur 27 tahun, Babe telah memegang posisi manager di perusahaan Philips Electronic yang pada saat itu menduduki peringkat 5 di dunia.

 "Salah satu klien saya itu Gramedia. Ada kisah lucu dengan pak Jacob (Pemimpin Kompas Gramedia). Saya diminta ketemu pak Jacob jam 5.30 pagi untuk minta tanda tangan orderan.

Tetapi saya ketemu tidak ngurus order, tetapi kita bicara tentang rencananya untuk akusisi majalah Belanda," ujarnya.

Dari situ, karirnya berkembang sangat pesat hingga membuatnya merasa kedudukannya lebih tinggi dari umurnya.

Di saat umur 38 tahun pada 1993, Babe mengundurkan diri tanpa sebab meski dirinya telah memiliki karir yang sangat baik.

Lalu ia berkelana hingga akhirnya bertemu dengan Tino Saroengallo, seorang aktor, produser, dan penulis Indonesia.

Baca juga: Dokter Tirta Harap Liga 1 Segera Begulir

Baca juga: Mudiarsa Sempat Hilang dan Ditemukan Meninggal, Ini Kronologi Pensiunan PNS Hanyut di Tukad Cau

Baca juga: Timnas U-19 Indonesia Diberitakan Media Korsel Akan Jalani TC di Daegu

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved