Serba serbi
Manfaat Air dan Pasir Laut Dalam Usada Bali untuk Penyembuhan
Dalam Usada Bali, atau ilmu pengobatan Bali dikenal banyak tumbuhan dan bahan dari alam yang dapat menyembuhkan penyakit.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Lalu kemudian panas itu, seolah-olah memijat seluruh badannya.
Sampai matahari naik dan agak terik sedikit, baru orang tersebut keluar.
Walaupun pasir laut dan air laut baik untuk pengobatan, namun tidak disarankan terlalu lama. Layaknya sauna, ada batas waktu tertentu agar tubuh tidak menjadi lemas.
“Sebab kalau terlalu lama direndam, energi kita bisa terserap, energi yang tersisa belum mampu memberi bayu (tenaga) dan energi pada diri,” tegasnya.
Terapi air laut dan pasir laut, adalah salah satu terapi kuno, dan sudah ada sejak zaman dahulu. Banyak orang melakukan ini, sebagai sistem pengobatan sepenuhnya.
“Setelah berendam air laut atau pasir laut, maka wajib seseorang sembahyang sampai di rumahnya setiap malam, dengan menggunakan asap majegau,” sebutnya.
Hal itu, akan kembali menetralisasi hal negatif sehingga kemudian dia berangsur sehat.
“Dan saya sarankan, untuk mengonsumsi atau meminum air hangat sekaligus dua gelas, setelah direndam pasir atau air laut itu. Sebab sangat mengembalikan energi karena terserap oleh pasir dan air laut. Ini adalah simbol bahwa energi negatif telah somya atau dinetralisir,” tambahnya.
Selain pengobatan diri, air laut juga dipercaya baik untuk diperciki di rumah sebagai tirta.
Sebab air laut adalah penetralisasi, baik untuk kekuatan negatif atau bahkan black magic yang dipercaya ada di Bali.
Ia menyarankan langsung mengambil air dari laut, ketimbang mencampur garam dengan air karena efeknya berbeda.
Terapi lanjutan, adalah melukat di pegunungan, terutama di sumber air pegunungan.
“Ada istilah segara gunung, segara giri, atau pasir ukir. Itu artinya adalah gunung dan laut sebagai sumber kehidupan,” katanya.
Setelah seseorang melakukan pembersihan dan dinetralisir di laut menggunakan air laut, atau pasir laut maka disarankan juga melakukan penglukatan ke sumber air di gunung.
Khususnya ke sumber air yang selalu mengalir baik di musim hujan maupun panas. Tidak di satu musim saja.
“Nah melukat dengan air gunung ini. Khususnya mempertemukan air laut dengan pegunungan karena ini adalah sumber kesuburan dan kesehatan. Filosofinya pertemuan bapa (ayah), akasa, atau pegunungan dan ibu pertiwi yaitu air dan pasir laut. Jadi ada hubungannya untuk membuat sehat,” tegasnya. (*)