Lelang Penyewaan Dermaga Tanah Ampo Sepi Peminat
Lelang penyewaan barang milik negera berupa Dermaga di Desa Tanah Ampo, Kecamataan Manggis, Karangasem sepi peminat.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Lelang penyewaan barang milik negera berupa Dermaga di Desa Tanah Ampo, Kecamataan Manggis, Karangasem sepi peminat.
Hingga hari ini, belum ada investor mengajukan tawaran menyewa dermaga ke Kantor Kesyahbandar Otorits Pelabuhan (KSOP)
Kepala KSOP Padang Bai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, mengatakan, sejak 10 Agustus 2020 hingga kemarin belum ada satupun investor yang mengajukan penawaran.
"Padahal lelang kita buka dari Agustus. Hingga kini blum ada penawaran yang masuk ke KSOP,"ungkap Suyasmin, Jumat (20/11/2020).
Baca juga: Update Covid-19 di Bali - Positif: 61 Orang, Sembuh: 54 Orang dan Meninggal: 2 Orang
Baca juga: Setelah Sepakbola, Kini Agen Pemain Gabriel Budi Kembali Suplai Pemain untuk Tim Basket Bali United
Baca juga: 4 Pernyataan Pangdam Jaya Terkait Habib Rizieq dan FPI, Copot Baliho Hingga Bubarkan FPI
Suyasmin menduga, sepinya investor yang mengajukan penawaran penyewaan dermaga karena lesunya perekonomian nasional.
Investor masih berpikir menyewa dengan nominal besar. Mengingat hampir beberapa investor sektor usaha pelabuhan mengeluh sepi karena penyebaran Covid -19.
Ditambahkan, proses lelang masih tetap dibuka sampai ada investor yang mengajukan penawaran dan menyatakan sepakat.
"Tak ada batas waktu lelang, sampai ada investor yang mengajukaan penawaran. Semoga ada investor mengajukan penawaran ke KSOP,"tambah Ni Luh Ptu Eka Suyasmin.
Baca juga: Soal Usulan Pangdam Jaya Untuk Bubarkan FPI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin: Harus Direspons Negara
Baca juga: Delapan Gepeng Asal Desa Munti Gunung Diamankan, Satu di Antaranya Berusia 4 Tahun
Baca juga: Ini Pesan Kapolri Terhadap Kapolda Bali yang Baru Pengganti Irjen Petrus Reinhard Golose
Jembatan sepanjang 154 meter disewakan dengan beberapa prsyaratan, di antaranya jangka waktu sewa secara tahunan, minimal 5 tahun.
Pembayaran sewanya dibayar di muka dan disetorkan ke kas negara.
Peserta disyaratkan BUMN / BUMD, perseroan berbadan hukum, dan ada badan usaha pelabuhan.
Untuk sementara Dermaga Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, difungsikan sementara untuk bersandarnya kapal LCT pengangkut barang.
Dermaga difungsikan sesuai koordinasi Kemenhub dengan KSOP Padang Bai.
Tujuannya untuk mengoptimalisasi aset dermaga karena belum bisa operasi.
Baca juga: Kasus Kematian Covid-19 di Buleleng Bertambah Satu Orang
Baca juga: Pasutri Cekcok, Istri Ditikam secara Membabi Buta, Tewas Mengenaskan
Baca juga: Warga Abang Karangasem Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Dua Hari Melahirkan
"Daripada nganggur mending dioperasikan untuk kapal LCT pengangkut barang. Pendapatanya nanti masuk kekas negara. Untuk harganya bervariatif, tergantung berat barang. Semoga proses pengoperasian berjalan dengan lancar,"ungkap Ni Luh Putu Eka Suyasmin.
Ditambahkan, petugas KSOP Padang Bai sempat melakukan uji coba sebelum proses pengoperasian.
Uji coba mengunakan kapal LCT Berkat Mandiri 99 dengan mengangkut muatan semen sebanyak 150 ton tujuan ke Nusa Penida, Klungkung. Prosesnya berjaalan lancar dan aman, tidak ada hambatan.
Untuk diketahui, pembangunan megaproyek dibangun tahun 2006 pakai anggaran APBN, APBD Provinsi Bali, serta APBD kabupaten.
Jumlah keseluruhan ratusan milliar. Rinciannya dari Kementrian mmbiayai dermaga, Provinsi Bali bangunan, serta kabupaten pmbebasan lahan untuk jalanan.
Pengoperasian dermaga sempat terhambat karena pmbangunan sempat mangkrak beberapa tahun. Dan baru dilanjutkan akhir 2017.
Meliputi pemasangan tiang pasang jetty ramdor, serta breakwater. Pengerjaannya berjalan lancar. Pengerjaan dermaga ini disambut positif masyarakat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dermaga-tanah-ampo-mulai-dioperasikan-untuk-kapal-lct.jpg)