Dampak Pandemi Bagi Pelaku Pariwisata, Cok Ace: Ini Peran yang Paling Berat yang Saya Mainkan

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menuturkan masih terdapat perbedaan cara pandang dalam penerapan protokol berbasis C.H.S.E

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Wagub Bali saat memberikan sambutan pada kegiatan C.H.S.E. Experience di GWK Cultural Park. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, BADUNG - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menuturkan masih terdapat perbedaan cara pandang dalam penerapan protokol berbasis C.H.S.E (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) dalam penyelenggaraan kegiatan ( event).

"Masih ada perbedaan dalam cara pandang kita dalam melaksanakan C.H.S.E ini. Pagi tadi dari Bali Weeding Asosiasi datang ke kantor menyampaikan bahwa pasar domestik event pernikahan sudah mulai ada lagi terutama di penghujung tahun ini."

Baca juga: Kerap Dapati Suami Hubungi Selingkuhan, Ibu Rumah Tangga Dihajar hingga Memar Sebadan

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Sabtu 28 November 2020, Waspada Cuaca Ekstrem, Termasuk Bali

Baca juga: Dihuni Empat Orang, Kondisi Asrama Bali di Makassar Memprihatinkan

"Namun dari BWA mencari izin untuk penyelenggaraan event pada outdoor itu yang diizinkan hanya untuk kapasitas 50 orang," ungkap Cok Ace saat memberikan sambutan pada kegiatan C.H.S.E Experience yang diadakan Kemenparekraf bersama APMI di GWK Cultural Park, Jumat (27/11/2020).

Menurutnya perlu ada persamaan persepsi bahwa tidak saja merujuk kepada berapa jumlah orang yang datang tapi dipertimbangkan faktor luas area dan pola pengaturannya.

Walaupun ruangannya atau ballroom-nya memiliki kapasitas seribu orang tapi yang datang hanya 25 orang, tapi 25 orangnya itu menumpuk jadi satu saya kira Covid-19 gampang menular.

Baca juga: Alien Child Rilis Single Terbaru Lonely Holiday, Tandai Kedewasaan Duo Kakak Adik

Baca juga: Fadli Zon Bakal Jabat Menteri KKP?

Baca juga: Cabuli Keponakan yang Masih di Bawah Umur, Yusa Dituntut 10 Tahun Penjara

"Pola-pola pengaturan juga jadi hal yang sangat penting. Demikian juga hal-hal lain yang sudah disampaikan untuk event pernikahan karena ini acara yang berbasis kebahagiaan, ketika mereka memasang kembang api ada yang bilang tidak boleh ada kembang api. Nah ini apa ada relevansi apa korelasi kembang api sama Covid-19 ini juga hal-hal yang dalam operasionalnya dalam prakteknya sangat menganggu teman-teman kita (BWA)," tuturnya.

Cok Ace mengaku bahwa tahun ini adalah tahun panggung yang berat yang dimainkannya seperti lagu Dunia Ini Panggung Sandiwara dari Ahmad Albar.

Baca juga: Tiba di Bali, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Disambut Tradisi Tepung Tawar

Baca juga: Tim Yustisi Kota Denpasar Gelar Sidak Masker, 19 Orang Terjaring di Kelurahan Renon

Baca juga: Tim Yustisi Kota Denpasar Gelar Sidak Masker, 19 Orang Terjaring di Kelurahan Renon

"Kalau saya cermati lagunya Ahmad Albar yang Panggung Sandiwara mungkin ini peran yang paling berat yang saya mainkan sekarang. Di satu sisi kita harus berpura-pura bahagia tapi dalam hati kita sesungguhnya hati kita menangis membayangkan karyawan kita yang mereka makan hari ini dan apa yang akan dimakan besok. Sesungguhnya ini peran yang paling berat yang saya mainkan," papar Cok Ace.

 "Satu sisi sebagai pelaku pariwisata kita harus optimis, kita harus memancarkan vibrasi yang betul-betul harus happy. Tapi satu sisi jujur mengatakan kita kesulitan. Kita sedang mengajukan soft loan, mudah-mudahan disetujui sama pusat minimal bisa untuk menyambung hidup kita setahun ke depan," sambungnya.

Baca juga: Sejarah, Peradaban dan Alih Fungsi Jineng, Dulu Tempat Penyimpanan Padi dan Cermin Status Sosial

Baca juga: Ketat dengan Prokes Covid-19, Pentahbisan Imam Antonius Gede Ekadana Berjalan Penuh Hikmat

Baca juga: Catat 3.682 Pelanggaran Prokes, Kini Satpol PP Badung Perintahkan  Semua Desa dan Kelurahan Bergerak

Dalam rangka mendukung penyelenggaraan kegiatan ( event) yang sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) menyelenggarakan sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan atau dikenal dengan istilah C.H.S.E. (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) pada Penyelenggaraan Kegiatan (Event).

Tema utama yang diambil yaitu C.H.S.E. Experience, merupakan sosialisasi panduan protokol kesehatan dengan target audiens yaitu para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan (event) seperti para promotor, pekerja, pengunjung, pengisi acara, vendor, tenant, pengelola venue, asosiasi dan pemerintah daerah. 

Baca juga: Dikabarkan Segera Menikah, Ini Potret Canti Tachril, Calon Istri Adipati Dolken

Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pemahaman stakeholder industri event pariwisata di Indonesia terkait pelaksanaan kegiatan ( event) yang bersih, sehat dan sesuai adaptasi kebiasaan baru.

Pada tahun 2020, kegiatan Sosialisasi Panduan Pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan pada Penyelenggaraan Kegiatan (Event) akan dilakasanakan di beberapa kota besar seperti Bali, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta.

Adapun Bali menjadi lokasi pertama pelaksanaan C.H.S.E. Experience yakni Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park dipilih sebagai area acara utama, sekaligus dalam rangka mendukung rencana pembukaan kembali destinasi ini untuk wisatawan umum mulai tanggal 4 Desember 2020.

“C.H.S.E. Experience merupakan salah satu bentuk dukungan dari pemerintah bagi para pelaku industri event di Indonesia terkait dengan panduan pelaksanaan kegiatan ( event) yang sesuai dengan adaptasi kebiasaan baru," ungkap Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf, Rizki Handayani.

Ia menambahkan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan industri event pariwisata Indonesia bisa semakin semangat untuk terus berkarya dan menghasilkan event- event berkualitas yang mampu mendukung peningkatan citra pariwisata Indonesia, namun tetap sesuai dengan protokol kesehatan.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved