Breaking News:

26 Personel Tewas Akibat Serangan Bom Bunuh Diri di Pangkalan Militer Afghanistan

bom bunuh diri di mobil menyerang pangkalan militer Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), menewaskan sedikitnya 26 personel keamanan

NET
Ilustrasi bom mobil 

TRIBUN-BALI.COM - Sebuah bom bunuh diri di mobil menyerang pangkalan militer Afghanistan pada Minggu (29/11/2020), telah menewaskan sedikitnya 26 personel keamanan menurut laporan para petugas yang dikutip kantor berita AFP.

Sementara itu, Associated Press mewartakan, 34 orang tewas dalam dua ledakan bom bunuh diri terpisah yang sama-sama menyerang pangkalan militer Afghanistan.

Insiden-insiden itu terjadi di pinggiran kota Ghazni, ibu kota provinsi Ghazni, yang kerap dilanda adu tembak antara Taliban dengan pasukan pemerintah Afghanistan.

Ledakan bom ini juga terjadi saat pemerintah Afghanistan dan Taliban melakukan pembicaraan damai, dalam rangka mengakhiri perang selama hampir 20 tahun yang menewaskan puluhan ribu orang.

Baca juga: Bahas Ranperda PDAM Tirta Mahottama, Legislatif & Eksekutif Cari Solusi atas Masalah Pelayanan PDAM

Baca juga: UGM Juara Umum Pimnas ke-33, Berhasil Pertahankan Gelar Sejak 2018

Baca juga: Delapan Pegawai Kantor Finance di Buleleng Positif Covid-19

"Kami menerima 26 jenazah dan 17 orang luka-luka sejauh ini. Semuanya adalah personel keamanan," kata Baz Mohammad Hemat, direktur rumah sakit Ghazni, kepada AFP.

Nasir Ahmad Faqiri selaku anggota dewan provinsi Ghazni juga membenarkan jumlah korban tewas tersebut.

Sementara itu juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, Tariq Arian, mengatakan bahwa seorang pengebom bunuh diri telah meledakkan sebuah kendaraan penuh bahan peledak.

Sampai berita ini diunggah belum ada kelompok yang mengklaim serangan itu.

Serangan di Ghazni terjadi hanya beberapa hari setelah dua bom menewaskan 14 orang di kota bersejarah Bamiyan, mengakhiri tahun-tahun damai di kota terpencil yang terkenal dengan warisan Buddha kuno tersebut.

Pengeboman hari Minggu ini juga menandai serangan besar terbaru di Afghanistan, di mana angka kekerasan meningkat sejak dimulainya pembicaraan damai di Doha, ibu kota Qatar, pada 12 September.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved