Breaking News:

Penggunaan Dot dan Empeng pada Balita Dalam Waktu Lama Bisa Sebabkan Gigi Berlubang

penggunaan Dot dan Empeng pada balita dengan jangka waktu yang lama mempunyai beberapa dampak pada gigi.

TELEGRAPH
ilustrasi-Bayi minum susu pakai dot 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat ini sebagian balita masih banyak menggunakan dot ketika sedang minum susu formula.

Tak jarang penggunaan dot pada balita biasanya dibiarkan dengan waktu yang lama hingga anak tertidur.

Sementara penggunaan Dot dan Empeng pada balita dengan jangka waktu yang lama mempunyai beberapa dampak pada gigi.

 Salah satunya dapat membuat gigi anak menjadi berlubang dan membuat bentuk gigi seperti rusak.

Baca juga: Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Terjadi di Beberapa Titik di Karangasem Pasca Diguyur Hujan

Baca juga: Abaikan Prokes, 10 Pengusaha Kuliner di Buleleng Didenda Masing-masing Rp 1 Juta

Baca juga: The Blooms Garden Tabanan Target 6.000 Pengunjung di Desember 2020, Tambah Spot Selfie dan Villa

Seperti penjelasan dari drg. Tri Wahyu Fajarwati salah satu dokter gigi di Kota Denpasar dengan Tribun Bali, pada, Minggu (29/11/2020).

drg. Tri mengatakan penggunaan dot dengan jangka waktu lama seperti dibawa saat tidur dan masih terdapat susunya, maka akan menyebabkan gigi anak berlubang.

"Jika dot yang masih terdapat susunya lalu di bawa tidur dapat menyebab kan gigi anak berlubang.

Sedangkan pada empeng dapat merubah bentuk bibir jika digunakan terus menerus," jelasnya.

drg. Tri menyarankan agar ketika anak sudah tertidur dan susunya sudah habis agar langsung melepaskan dot yang disedot anak.

 Lalu untuk anak balita yang sudah selesai minum susu sebaiknya bersihkan gigi anak dengan kasa steril yang sudah di basahi dengan air hangat.

drg. Tri menambahkan, penyebab gigi anak berlubang biasanya juga dikarenakan kandungan gula dari masing-masing susu formulanya.

"Salah satu penyebab dari gigi anak yang berlubang adalah pada susu formulanya.

Karena setiap susu formula memiliki kandungan yang berbeda.

Sebaiknya para ibu agar memperhatikan hal tersebut pada waktu awal memutuskan pemberian susu formula," tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved