Penanganan Covid

Pusat Sosialisasi Rencana Vaksinasi Covid-19, Sekda Buleleng: Biaya Ditanggung Pemerintah & Mandiri

Pemerintah pusat mulai mensosialisasikan rencana vaksinasi covid-19 kepada seluruh Satgas Penanganan Covid-19 di daerah.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Pemerintah pusat mulai mensosialisasikan rencana vaksinasi covid-19 kepada seluruh Satgas Penanganan Covid-19 di daerah.

Dari sosialisasi itu diketahui vaksinasi akan dibagi dalam dua kategori, yakni ada yang dibiayai oleh pemerintah, dan ada pula yang dibiayai secara mandiri.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa ditemui seusai mengikuti rapat secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan, Senin (30/11/2020) mengatakan, sosialisasi yang diberikan oleh pusat itu hanya berupa gambaran umum untuk memberitahukan pemerintah daerah jika vaksinasi covid-19 akan segera dilakukan.

Namun untuk petunjuk teknis (juknis), serta jadwal pelaksanaan vaksinasi belum dipastikan oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Pohon Tumbang Timpa Kabel PLN & Telepon di Desa Manggis Karangasem, Aliran Listrik Sempat Terganggu

Baca juga: Update Covid-19 di Denpasar: Kasus Positif Bertambah 36 Orang, 31 Pasien Sembuh dan Satu Meninggal

Baca juga: Banjar Kertasari Panjer Miliki Awig-awig Warga yang Menikah Wajib Tanam Pohon di Lingkungan Banjar

“Jadwal dan juknisnya belum turun. Sosialisasi tadi hanya berupa gambaran umum saja, bahwa vaksinasi nanti dibagi dalam dua kategori.

 Ada yang dibiayai pemerintah, dan ada yang bersifat mandiri. Yang mandiri ini bahasanya untuk pelaku-pelaku usaha.

Sementara yang ditanggung oleh pemerintah siapa-siapa saja belum diketahui karena juknisnya belum turun,” ucap Suyasa.

Usai diberi sosialisasi ini, Suyasa mengaku akan mengadakan rapat bersama anggota Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, untuk melakukan sejumlah persiapan, salah satunya membentuk tim pelaksana vaksinasi.

Sementara terkait kuota vaksin yang akan diberikan oleh pusat untuk Buleleng, mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng ini menyebut diperkirakan berjumlah 400 ribu buah.

Vaksinasi rencananya akan diprioritaskan untuk para tenaga medis, yang terlibat langsung dalam penanganan covid-19.

“Berdasarkan koordinasi Dinkes Buleleng kepada Pemprov, ada sekitar 400 ribu buah yang diberikan untuk Buleleng. Jumlah itu bersifat dinamis. Kemendagri tadi menyebut, minimal 2/3  dari jumlah penduduk yang ada harus punya health immunity.

Dalam sosialisasi tadi sih tidak disinggung oleh Menteri Kesehatan apakah yang sudah tervaksin akan betul-betul terbebas dari Covid-19,” jelasnya.

Mengingat vaksinasi ada yang dibiayai oleh pemerintah, Kemendagri, kata Suyasa akan segera mengeluarkan Peraturan yang memberikan keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk melakukan refocusing anggaran.

“Misalnya, vaksinasi dilakukan di tahun 2021, kan tidak mungkin kami bisa menyiapkan dana, karena APBD 2021 sudah ketok palu.

Mendagri akan buat Permen yang memberi keleluasaan melakukan refocusing anggaran khusus untuk vaksinasi saja,” terangnya.

Baca juga: Potensi Peredaran Narkoba di Denpasar & Badung Masih Besar, Polisi Komitmen Tindak Tegas Bandarnya

Baca juga: Direksi RS Ummi dan MER-C Penuhi Panggilan Polres Bogor soal Kontroversi Tes Swab Rizieq Shihab

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta 1 Desember 2020: Virgo Kurang Kasih Sayang, Scorpio Dengarkan Nasihat Orangtua

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved