38 Subak di Buleleng Mendapat Bantuan Alat Pertanian dari Pemerintah Pusat

Kementerian Pertanian memberikan bantuan alat pertanian untuk 38 subak yang ada di delapan kecamatan yang ada di Buleleng.

istimewa
Dinas Pertanian Buleleng menyerahkan bantuan alat pertanian dari kementerian untuk 38 subak yang ada di Buleleng 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Kementerian Pertanian memberikan bantuan alat pertanian untuk 38 subak yang ada di delapan kecamatan yang ada di Buleleng.

Bantuan tersebut sudah didistribusikan mulai Senin (30/11/2020) kemarin.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta mengatakan, bantuan yang diberikan berupa 21 unit pompa air, traktor dua roda 13 unit dan kultivator sebanyak empat unit.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan bisa membantu petani dalam mempercepat pengolahan lahan, dan mengatasi persoalan krisis air saat musim kemarau.

Baca juga: Mahasiswa ITB STIKOM Bali Raih Juara Harapan II Peksiminas 2020

Baca juga: Terbukti Jadi Perantara 1,8 Kg Ganja, Holili Pasrah Diganjar 13 Tahun Penjara

Baca juga: Inflasi Kota Denpasar 0,2 Persen dan Kota Singaraja 0,37 Persen, Ini Rinciannya dari BPS

Sumiarta menyebut, bantuan alat pertanian ini ditargetkan dapat diterima oleh seluruh subak yang ada di Buleleng.

Namun pemberiannya dilakukan secara bertahap, setiap tahun.

“Satu subak tidak boleh menerima bantuan double,” katanya.

Alat pertanian yang diberikan selanjutnya diserahkan peruntukannya kepada masing-masing pengurus subak.

Diharapkan alat tersebut bisa digunakan secara bergilir, sehingga seluruh anggotanya dapat merasakan keuntungan dan manfaat dari adanya bantuan alat pertanian tersebut.

“Jangan sampai dengan adanya bantuan alat ini malah memicu keributan antar petani. Jadi silahkan digunakan secara bergilir. Kami juga akan melakukan monitoring untuk memantau pemanfaatan dan pemeliharaan alat tersebut,” ucap Sumiarta.

Alat traktor dan cultivator sebut Sumiarta memang sangat dibutuhkan oleh petani agar dapat lebih mudah dan cepat dalam menggemburkan tanah pertanian.

Selama ini, petani di Buleleng sejatinya sudah banyak yang menggunakan alat tersebut, namun  dengan sistem sewa dari pengusaha.

Sehingga dengan adanya bantuan ini, diharapkan bisa sedikit mengurangi beban petani dalam mengeluarkan biaya operasional.

Sementara untuk bantuan pompa air diberikan mengingat banyak petani di Buleleng yang mengalami gagal panen saat musim kemarau.

Baca juga: Pangdam IX/Udayana Ajak Prajurit Jadi Corong Terkait Perilaku Disiplin Prokes Covid-19

Baca juga: Kasat dan KBO Binmas Polres Badung Minta Linmas Tegas Jalankan Prokes saat Pencoblosan di TPS

Baca juga: Mike Tyson Akan Bertarung Lagi Melawan Evander Holyfield dan Lennox Lewis

Sehingga dengan adanya bantuan pompa air ini, diharapkan tanam padi setiap tahunnya bisa dilakukan sebanyak tiga kali.

“Selama ini rasio tanam padi dalam setahun hanya bisa dilakukan 2.5 kali karena masalah pengairan saat musim kemarau. Dengan adanya bantuan pompa ini, air bisa ditarik dari sumur dangkal ke lahan pertanian,” terangnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved