Breaking News:

Kembali Terjerat Peredaran Tembakau Gorilla, Putu Gian Minta Keringanan Pasca Dituntut 8 Tahun

Putu Gian Kusuma (20) mengaku menyesal telah mengedarkan tembakau gorilla. Ia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Tribun Bali/Putu Candra
Putu Gian saat menjalani sidang tuntutan secara virtual terkait tindak pidana narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Putu Gian Kusuma (20) mengaku menyesal telah mengedarkan tembakau gorilla.

Ia juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Hal senada juga disampaikan tim penasihat hukumnya saat menyampaikan pembelaan tertulis di persidangan yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (3/12/2020) kemarin.

Ini adalah kedua kalinya pemuda kelahiran Klungkung, 15 Maret 2000 ini terjerat kasus narkotik. 

Baca juga: Siapkan Pembelajaran Tatap Muka, 6.284 Guru di Badung Akan Dites Swab

Baca juga: Tarmize, Pria Asal Thailand Akui Mencintai Bali, Keliling Indonesia dengan Sepeda Gayung

Baca juga: Termasuk Bali, Peringatan Dini BMKG 5 Desember 2020, Cuaca Ekstrem Melanda 21 Wilayah di Indonesia

"Kami mohon kepada majelis hakim agar menjatuhi putusan seringannya. Jika majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya," ucap Dewi Maria Wulandari selaku anggota penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar

Pembelaan diajukan menanggapi tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Lanang Suyadnyana.

Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar ini menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama delapan tahun dan denda Rp 800 juta subsidair tiga bulan penjara. 

Baca juga: Ramalan Shio 2021, Kesialan Menimpa 4 Shio Ini di Tahun Kerbau Logam, Awan Gelap Bagi Shio Naga

Baca juga: Kendalikan Hama Tikus, Pemkab Gianyar Lepas 8 Ekor Celepuk

Baca juga: 414 Hotel dan Restoran di Badung Telah Menerima Dana Hibah Pariwisata, Tahap Kedua Segera Cair

Putu Gian dinilai terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I.

Residivis narkotik ini pun dijerat  Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. 

Diungkap dalam dakwaan, terdakwa ditangkap di kamar kosnya, Jalan Tukad Petanu, Sidakarya, Denpasar Selatan, Sabtu, 25 Juli 2020 sekira pukul 15.00 Wita.

Baca juga: 24 Warga Terjaring Operasi Tertib Masker di Jalan Raya Pengambengan Jembrana

Baca juga: Eks Juara Kelas Ringan UFC Ini Ledek Khabib Karena Tolak Hadapi McGregor dan Poirier

Baca juga: Kerajinan Dandang di Karangasem Mulai Menggeliat

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved