Corona di Bali
Pembelajaran Tatap Muka di Buleleng Dimulai Januari 2021, Begini Persiapannya
Disdikpora Buleleng memutuskan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Januari 2021
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
4. Dukungan dari semua orang
Nadiem Makarim berharap adanya dukungan dari semua pemangku kepentingan untuk melaksanakan keputusan bersama ini agar bisa sukses.
“Seluruh pemangku kepentingan harus mendukung untuk ini menjadi sukses.
Baik pemerintah pusat, satgas, masyarakat sipil, sekolah, dan orangtua ini luar biasa pentingnya peran mereka.
Dalam melakukan monitoring (pengawasan) dan evaluasi untuk menjaga keamanan siswa siswi kita, guru-guru kita, orangtua, dan tentunya nenek kakeknya anak-anak yang tinggal di rumahnya mereka juga,” jelas Nadiem.
Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan dan perhubungan juga harus berkoordinasi untuk memastikan bahwa peserta didik dapat kembali ke sekolah dengan keamanan serta kesehatan yang terjaga.
Nadiem Makarim berharap agar keputusan ini dapat memberikan harapan untuk peserta didik dan pendidik yang sulit melaksanakan PJJ.
Meski membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri dan memenuhi syarat, tetapi Nadiem Makarim menuturkan bahwa lebih baik mulai dari sekarang untuk memasuki era normal baru.
“Kalau kita tidak mulai sekarang, memasuki dan berlatih melakukan new normal (normal baru) ini, saya rasa lost of learning (kehilangan pembelajaran) dan risiko psikososial kepada satu generasi anak-anak kita di Indonesia bisa menjadi permanen dan itu suatu risiko yang kita harus tangani segera,” tutur Nadiem.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-disdikpora-buleleng-made-astika11-september.jpg)