Penanganan Covid

Penelitian Terbaru Ungkap Gejala Covid-19 Bertahan Lebih dari 6 Minggu

Berdasarkan penelitian terbaru, pasien Covid-19 masih mengalami 5 gejala ini setelah 6 minggu terpapar Covid-19

Editor: Irma Budiarti
Pixabay
Ilustrasi sakit. Berdasarkan penelitian terbaru, pasien masih mengalami 5 gejala ini setelah 6 minggu terpapar Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM - Penelitian terbaru ungkap gejala Covid-19 bertahan lebih dari 6 minggu.

Berdasarkan penelitian, pasien Covid-19 masih mengalami 5 gejala ini setelah 6 minggu terpapar Covid-19.

Penelitian terkait virus corona Covid-19 terus dilakukan di berbagai negara oleh para ilmuwan.

Salah satu penelitian terbaru adalah terkait gejala Covid-19.

Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (9/12/2020), tim dokter di Kota Jenewa, Swiss, menemukan bahwa beberapa gejala Covid-19 dapat bertahan lebih dari 6 minggu.

Baca juga: Cegah Covid-19 Klaster Keluarga, Apa Saja yang Harus Dilakukan di Rumah?

Baca juga: Apakah Ibu Hamil Dapat Ikuti Vaksinasi Covid-19? Begini Penjelasannya

Bahkan pada pasien tanpa faktor risiko yang mendasarinya.

Penelitian itu dilakukan oleh tim dokter dan ahli epidemiologi dari Universitas Jenewa (UNIGE), Rumah Sakit Universitas Jenewa (HUG), dan Direktorat Kesehatan Umum wilayah Jenewa.

Penelitian melibatkan hampir 700 orang pasien positif Covid-19 yang tidak memerlukan rawat inap.

Gejala Kelelahan hingga Sesak Napas

Enam minggu setelah diagnosis, 33 persen dari mereka masih dilaporkan menderita kelelahan, kehilangan penciuman atau pengecap, sesak napas, atau batuk.

Universitas Jenewa melaporkan lewat pernyataan tertulis, sejak kemunculannya pada awal 2020, Covid-19 tidak dapat diprediksi.

Baik untuk dokter maupun individu yang terkena, mengingat variasi dan durasi gejalanya.

“Tampaknya (virus corona) berpotensi menyebabkan penyakit jangka panjang yang tidak biasa.

Dan istilah 'long Covid' menggambarkan penyakit pada orang yang terus melaporkan gejala beberapa minggu setelah infeksi,” kata universitas tersebut.

Di awal pandemi, para ahli epidemiologi dokter di departemen kesehatan dan kedokteran komunitas tersebut memikirkan kemungkinan 'long Covid'.

Baca juga: Relawan Covid-19 Minta Masyarakat Tak Tiru Artis yang Tes Swab Tanpa Tenaga Medis, Ini Bahayanya

Baca juga: 32 Juta PBI BPJS Kesehatan Akan Dapat Vaksin Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved