Terkait SE Gubernur Bali, Satpol PP Tabanan Akan Panggil Pemilik Kafe & Karaoke agar Tak Gelar Party

Pemkab Tabanan telah menerima Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 tahun 2020 tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama hari libur Natal

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Satpol PP Tabanan saat melaksanakan kegiatan penegakan protokol kesehatan di Tabanan, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemkab Tabanan telah menerima Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 tahun 2020 tentang pelaksanaan kegiatan masyarakat selama hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dalam tatanan kehidupan era baru di Provinsi Bali, Selasa (15/12/2020).

Sehubungan dengan hal tersebut, Pemkab Tabanan dalam hal ini Satpol PP mengimbau senada dengan SE terbaru dari Gubernur Koster tersebut.

Bahkan, Satpol PP akan melaksanakan pemanggilan terhadap pemilik kafe dan karaoke di Tabanan, Kamis (17/12/2020).

Bertujuan untuk menegaskan agar tak melaksanakan pesta atau party terutama pada malam tahun baru 2021 mendatang.

Baca juga: Satpol PP Badung Akui Tak Ada Pengamanan Khusus Saat Nataru

Baca juga: Berikut Jadwal dan Aturan Ibadah Misa Natal & Tahun Baru Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar

Baca juga: 3 Pasangan Zodiak Ini Punya Ikatan Batin Paling Kuat, Mereka Memiliki Kecocokan dalam Berbagai Hal

Kasatpol PP Tabanan, I Wayan Sarba mengatakan, pihaknya sudah menerima SE Gubernur Bali terbaru terkait pelaksanaan kegiatan masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru).

Pihaknya juga akan melibatkan TNI dan Polri untuk bersama-sama mengawasi selama hari libur ini.

Ia juga menyiapkan tim pengawasaan khusus di akhir tahun ini terutama di Objek Wisata.

"Kami juga sudah melaksanakan rapat secara internal untuk membahas pengamanan selama hari libur Nataru ini. Nah kami dari pemerintah juga akan memberikan surat edaran ke semua kecamatan yang diturunkan ke Perbekel semua juga. Intinya tidak melarang orang untuk merayakan tahun baru dan hari libur, tapi kita tekankan penerapan prokes harus ketat," jelas Sarba, Selasa (15/12/2020).

Dia menegaskan, sesuai dengan isi Surat Edaran tersebut masyarakat diharapkan tidak menggelar pagelaran yang sifatnya melibatkan orang banyak atau dilarang menimbulkan kerumunan.

Kemudian penyambutan tahun baru juga diharapkan tidak menggelar pesta atau party.

"Kita juga akan panggil pemilik pariwisata, Cafe, dan karaoke ke kantor. Kita akan berikan arahkan untuk tidak melaksanakan party dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Silahkan dibuka, namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan," tegasnya.

Dia kembali mengingatkan, masyarakat tetap bisa berkunjung ke tempat wisata namun tetap dengan penerapan protokol kesehatan.

Kemudian untuk peringatan tahun baru jangan mengadakan party yang bisa menimbulkan kerumunan.

Sebab, pihaknya akan terus melaksanakan pengawasan bersama tim untuk menindaklanjutinya.

Baca juga: Perpaduan Rice Bowl dengan Sambal Matah Tradisional, Berikut Resep Fish Rice Bowl Sambal Matah

Baca juga: Arti Mimpi Melihat Gajah Pertanda Akan Ada Persaingan Ketat yang Harus Anda Lewati

Baca juga: Ini 5 Zodiak yang Paling Bisa Jadi Orang Tua Terbaik bagi Anaknya, Apakah Termasuk Zodiakmu?

 Bahkan, akan menggelar kegiatan patroli siang dan malam untuk mengantisipasi adanya party yang menimbulkan kerumunan. Termasuk juga tak melaksanakan pesta kembang api.

"Nanti kita akan siagakan satu pleton untuk pengawasaan tersebut. Kami harap Pak Perbekel selaku Kasat Linmas di Desa bisa berkoordinasi dengan perangkat desa setempat seperti pecalang dan prajuru adat untuk ikut mengawasi wilayahnya masing-masing," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved