Pura di Bali
Babad Wongayah Dalem, Bantu Telusuri Sejarah Pura Maospahit
Jro Mangku Ketut Gede Sudiasna, menceritakan bahwa sejak Pura Maospahit, Banjar Grenceng, Pamecutan Kaja, Denpasar Utara ada, ia tidak mendapati
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jro Mangku Ketut Gede Sudiasna, menceritakan bahwa sejak Pura Maospahit, Banjar Grenceng, Pamecutan Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar ada, ia tidak mendapati adanya prasasti atau bukti sejarah yang menjelaskan detail ihwal pura ini.
Sampai akhirnya ada secercah harapan, setelah ditemukannya sepenggal sejarah di Babad Wongayah Dalem.
"Jadi kronologi kisahnya, saya kan memiliki adik yang kebetulan kerja di Departemen Perindustrian Kabupaten Badung," jelasnya di awal cerita, kepada Tribun Bali, Rabu (16/12/2020).
Baca juga: Sejumlah Pemain Asing di Indonesia Gabung Tim Luar Negeri,Pelatih Bali United Teco Sebut Alasan Ini
Baca juga: Puncak Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2020,Bupati Giri Prasta Terima 2 Penghargaan dari KPK RI
Baca juga: Fadil Sausu Sebut Ada Hikmah Dibalik Penghentian Sementara Liga I, Ini yang Bisa Dilakukan
Kala itu, sekitar tahun 1990an ada sebuah kegiatan di Departemen Perindustrian Badung. Berupa kegiatan olahraga bola voli.
"Adik saya yang kala itu masih lajang, ikut dan antusias untuk olahraga voli ini. Ia kemudian masuk ke dalam satu tim voli. Karena pada dasarnya juga suka olahraga," jelas Jro mangku.
Kemudian ada event perlombaan antar departemen, dan adiknya ikut di salah satu tim voli sebagai pemain.
Tak dinyana, setelah pertandingan berlangsung urat besar di belakang kakinya putus.
Semua keluarga panik, dan Jro mangku membawa sang adik ke dokter ahli otot dan ortopedi.
Tindakan operasi pun diambil. Beruntung adiknya segera pulih, setelah mendapatkan penanganan medis tersebut.
Namun walau demikian, hati ayah dari Jro mangku masih gundah gulana.
Ia merasa aneh, karena hanya bermain voli sampai memutus urat kaki. Sedangkan permainan sepak bola yang resikonya lebih besar saja tidak sampai demikian. Seperti itu pemikiran ayah Jro mangku.
Sebagai warga Bali yang percaya, dengan adanya kekuatan sekala-niskala. Akhirnya sang ayah bersama Jro mangku, kala itu nunas baos atau meluasin ke seorang jro dasaran.
"Ya kita di Bali kan memang percaya tidak percaya, jadi akhirnya kami memutuskan untuk bertanya ada apa di balik kejadian ini," jelasnya.
Baca juga: 15 WBP Lapas Kerobokan Dilayar ke Nusa Kambangan, Tiga Diantaranya Warga Asing
Baca juga: Presiden Jokowi Peringkat 12 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia, Berikut Ini Daftar Lengkapnya
Baca juga: Virgil van Dijk Bertahan di Liverpool, Mourinho Yakin Son Heung-min Pensiun di Hotspur
Sampailah mereka di perbatasan Gianyar dan Bangli, di sebuah rumah dari jro dasaran yang berada di wilayah Gunung Sari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-candi-raras-di-pura-maospahit-dengan-patung-teracota-di-depannya.jpg)