Breaking News:

Corona di Bali

Penerima Jaring Pengaman Sosial di Tabanan Bertambah 15 Ribu, Salah Satu Indikator Terdampak Pandemi

Dinas Sosial Tabanan kini sedang merampungkan update keluarga yang masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk program perlindungan sosial

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Kepala Dinas Sosial Tabanan Nyoman Gede Gunawan saat dijumpai, Jumat (18/12/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Dinas Sosial Tabanan kini sedang merampungkan update keluarga yang masuk ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk program perlindungan sosial.

Sebelum pandemi terjadi, jumlah penduduk yang masuk DTKS sebanyak 33 ribu orang, namun ketika pandemi terjadi bertambah sekitar 15 ribu orang atau menjadi 48 ribu orang. 

Mereka yang masuk dalam DTKS tersebut nantinya akan mendapat bantuan pengaman jaring sosial dari pemerintah pusat yang kemudian disalurkan langsung kepada penerima. 

Baca juga: 25 Warga dan Linmas Desa Dangin Puri Denpasar Ikut Simulasi Pemadaman Kebakaran

Baca juga: 6.000 Guru Bakal Dites Swab, Jelang Sekolah Tatap Muka di Buleleng

 

"Saat ini kita sedang menyusun datanya tersebut. Memang kalau dari DTKS terbaru yang merupakan dampak pandemi ada penambahan menjadi 48 ribu orang dari total kemarin yang masuk sebanyak 33 ribu orang," kata Kepala Dinas Sosial Tabanan Nyoman Gede Gunawan saat dikonfirmasi, Minggu (20/12/2020). 

Gunawan melanjutkan, keluarga yang masuk DTKS ini memenuhi 42 indikator. Salah satu indikatornya adalah mereka yang kehilangan pekerjaan karena adanya pandemi ini.

Kemudian, mereka yang masuk DTKS tersebut akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat langsung bernama program jaring pengaman sosial, sedangkan dari daerah menyediakan dompet peduli. 

Baca juga: Berikut Isi Surat Edaran Satgas Covid-19 soal Pengetatan Mobilitas Warga Selama Liburan

Baca juga: Update Covid-19 di Bali 20 Desember 2020, Positif 99 Orang, Sembuh 91 Orang, dan Meninggal 4 Orang

Baca juga: Liburan ke Bali, Ada Rapid Test Antigen Seharga Rp 250 Ribu di Pelabuhan Gilimanuk

Program jaring pengaman sosial dari pusat di antaranya BST (Bantuan Sosial Tunai), program bantuan sembako (diberikan berupa uang tunai) dan program bantuan beras.

Bahkan mereka juga telah memperoleh Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari desa atau BLT-DD.

"Jika dari kami di pemerintah Tabanan sudah membantu lewat dompet peduli," katanya.

Bahkan menurut Gunawan sesuai dengan informasi, waktu penerima BST akan diperpanjang di tahun 2021.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved