Pekerja di Jimbaran Keracunan Gas

UPDATE Gas Beracun yang Tewaskan 4 Orang di Jimbaran, Labfor Mabes Polri Masih Selidiki Sampel Gas

Saat ini, sampel gas beracun yang tewaskan 4 orang di Jimbaran masih diselidiki pihak Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Tim gabungan saat melakukan pengecekan di TKP gas beracun di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali pada Sabtu (19/12/2020) lalu. 

Satu orang dari Labfor Cabang Denpasar dan satu orang petugas Basarnas Bali memakai perlengkapan masker tabung oksigen dan hazmat terlihat masuk ke dalam ruko tersebut.

Kegiatan ini mencuri perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas.

Mereka memperlambat laju kendaraannya bahkan ada beberapa yang berhenti sejenak untuk melihat kegiatan tersebut.

Kabid Labfor Polda Bali Kombes Pol I Nyoman Sukena terlihat berada di lokasi tersebut, namun ia enggan memberikan keterangan awal mengenai dugaan gas kimia apa yang mengakibatkan empat korban meninggal dunia.

"Belum bisa nanti ya. Nanti," jawabnya singkat.

Baca juga: POPULER TERKINI: Virus Corona Baru di Inggris hingga Bungker Terduga Teroris Profesor Upik Lawanga

Seorang warga yang berjualan di depan lokasi kejadian menuturkan, awalnya ia mengira ada korban tersengat listrik karena cuaca tidak menentu dan menurutnya di tempat itu ada pengerjaan las.

"Saya kira ada yang meninggal karena tersengat listrik tapi ternyata pekerja di ruko itu meninggal karena keracunan gas kimia. Katanya, awal itu satu orang buka wadah campuran bahan kimia untuk bikin kerajinan kulit mungkin terhirup terus pingsan. Lalu orang kedua mau nolong ikut pingsan juga, lalu ketiga mau bantu hirup gas kimia itu pingsan, terakhir yang punya juga sama tapi dia jatuh lalu kebentur kepalanya," papar seorang penjual jajan yang enggan disebut namanya.

Ia mengatakan, korban yang meninggal itu anak-anaknya masih kecil. "Di sana setahu saya dipakai tempat buat kerajinan kulit dan pakai bahan campuran kimia gitu prosesnya kalau tidak salah, jadi bukan menghirup gas elpiji atau gas tabung. Katanya baunya sampai ke lantai dua toko HP sebelah itu," tambahnya.

Dini, warga lain di lokasi kejadian menuturkan ia melihat mobil ambulans berhenti di depan ruko dan melihat petugas menggotong pemilik usaha kerajinan tersebut.

"Tidak lihat secara langsung gimana kejadiannya kirain ada yang kena Covid-19 gitu karena lihat ambulans di situ. Lalu ada mobil Damkar datang,terus ramai ada polisi, TNI sama yang lain pada nonton. Nanya-nanya katanya ada yang keracunan gas gitu, di situ katanya izin usaha mau buat kerajinan dari kulit," ujar Dini.

Sepengetahuannya, di tempat itu hanya enam orang yang bekerja setiap hari termasuk pemilik usaha kerajinan kulit itu yang meninggal di rumah sakit. Ia melihat tiga orang sudah meninggal dievakuasi petugas.

Pemilik usaha itu tinggal di rumah sebelah ruko dua lantai.

"Gak tahu (tempat kerajinan kulit) di lantai dua atau di bawah. Kurang terbuka sama kita, di bawah itu kayak tempat tambal ban tapi tidak tahu juga pastinya. Dulunya warung makan kayaknya. Istrinya yang buka terus ada jualan daging babi," demikian Dini. (riz/zae)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved