Virus Corona

Soroti Kasus Covid-19 di Inggris, WHO Ungkap Belum Ada Bukti Virus Varian Baru Mematikan

WHO mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempelajari varian virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

Editor: Ady Sucipto
Shutterstock/Alexandros Michailidis
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus 

TRIBUN-BALI.COM, JENEWA - Dilaporkannya temuan mengenai varian baru virus corona di Inggris menyebabkan sejumlah negara di Eropa bereaksi untuk menutup perbatasannya. 

Kendati Eropa tengah dilanda kepanikan atas munculnya varian baru virus corona, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menegaskan pihaknya saat ini masih melakukan penelitian. 

WHO mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempelajari varian virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan.

WHO menambahkan tidak ada bukti bahwa virus itu lebih mematikan atau lebih parah dari varian umum, dan hal terbaik yang bisa dilakukan masyarakat adalah berusaha meredam penularan.

Dalam pengarahan rutin di markas WHO di Jenewa, para pejabat mengatakan mereka terus menerima data mengenai varian itu dan ada laporan dari Inggris bahwa varian baru itu bisa lebih mudah menular.

Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada para wartawan bahwa mereka bekerja sama dengan para ilmuwan untuk memahami bagaimana perubahan genetika ini berdampak pada cara virus itu berperilaku.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Tak Terkendali di Inggris, Indonesia Terbitkan Edaran Keluar Masuk Negara

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Disebut Menyebar Lebih Cepat, 21 Negara Ini Stop Penerbangan dari Inggris'

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Menyebar Lebih Cepat di Inggris, Negara Eropa Ini Langsung Tutup Perbatasan

Dia menekankan bahwa ini bukan hal baru, mengatakan, "Virus-virus bermutasi setiap saat; itu alami dan sudah diperkirakan sebelumnya.

" Tedros mengatakan mencegah penyebaran virus itu secepatnya merupakan langkah yang sangat membantu. “Semakin lama kita biarkan virus menyebar, semakin besar peluang virus itu berubah,” katanya.

Dia menambahkan pemerintah dan rakyat di seluruh dunia harus mengambil langkah pencegahan yang diperlukan untuk membatasi penularan.

Sementara itu, presiden AS terpilih Joe Biden menerima vaksin COVID-19 di Rumah Sakit ChristianaCare di Newark, negara bagian Delaware, hari Senin (21/12/2020).

Biden mendapat suntikan pertama vaksin buatan Pfizer-BioNTech.

Suntikan diberikan oleh Tabe Masa, perawat dan kepala Unit Kesehatan Pegawai pada RS itu.

Inggris temukan varian baru virus corona

Foto ilustrasi virus corona
Foto ilustrasi virus corona (Gambar oleh Arek Socha dari Pixabay)

Inggris menemukan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang memicu lonjakan tajam kasus Covid-19 di negara tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved