Breaking News:

Corona di Bali

Direktur Medik RSUP Sanglah Sebut Tidak Semua Ibu Hamil yang Akan Melahirkan Dites Rapid

Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) selaku Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Denpasar mengatakan tidak semua ibu hamil

Foto istimewa Humas RSUP Sanglah
Dr dr Ketut Ariawati,Sp.A (K) saat dilantik tampak menggunakan kebaya merah berada di depan Direktur Utama RSUP Sanglah dr I Wayan Sudana,M.Kes. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dr. dr. Ketut Ariawati, Sp.A (K) selaku Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Denpasar mengatakan tidak semua ibu hamil yang akan melahirkan dilakukan rapid test

Dr. Ariawati menerangkan, menurut surat edaran yang telah beredar untuk Rumah Sakit menyatakan bahwa semua ibu hamil yang akan melahirkan harus di rapid test terlebih dahulu. 

Baca juga: 5 Hari Rapid Antigen di Bandara Ngurah Rai Beroperasi Layani 1.902 Orang, 12 Terkonfirmasi Positif

Baca juga: Takut Covid-19, Pelatih Bali United Ini dan Keluarga Rayakan Hari Natal 2020 di Pulau Dewata

Baca juga: Masuk RS Tiga Hari Setelah Pilkada Serentak, Bupati Petahana Meninggal Terpapar Covid-19

"Jika hasil dari rapid test tersebut reaktif maka akan dilanjutkan dengan swab test. Namun ketika pasien memang dalam keadaan emergency, maka ibu yang akan melahirkan tersebut langsung masuk ke UGD dan akan diambil tindakan," ujarnya pada, Kamis (24/12/2020). 

Sementara RSUP Sanglah sendiri telah menyiapkan ruang skrining yang berada tepat di depan UGD.

Pasien yang pertama kali datang ke rumah sakit akan ditempatkan di ruang skrining. Pasien yang ditempatkan di ruang skrining bukan merupakan pasien prioritas satu atau emergency. 

Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Denpasar Minta Masyarakat Rayakan Tahun Baru 2021 dengan Merenung

Baca juga: Wanita Berusia 90 Tahun Ini Menjadi Orang Pertama Terima Vaksin Covid-19

Baca juga: Terkait Pemberian Vaksin Covid-19 untuk Nakes, RSUP Sanglah Denpasar Siapkan 2.886 Nakes 

"Dan jika pasien prioritas satu atau emergency datang tidak masuk ke ruangan skrining melainkan langsung masuk ke ruangan UGD. Jadi tidak terdapat istilah di rapid test terlebih dahulu baru akan mendapatkan penanganan," tambahnya. 

Namun ketika pasien tersebut di luar kriteria dari pasien prioritas tipe satu, pasien tersebut akan memasuki ruang skrining di mana nanti di sana ada pelaksanaan rapid test, dan dievaluasi dan negatif akan langsung diambil tindakan sesuai dengan keluhan pasien. 

"Mengapa ibu hamil yang akan melahirkan tetap dilakukan rapid test? Sebelumnya kami telah melakukan penelitian resmi dan didapatkan data kebanyakan ibu hamil yang akan melahirkan dan ketika dilakukan rapid test, hasilnya reaktif. Sehingga RSUP Sanglah harus melakukan beberapa tindakan khusus untuk ibu hamil yang akan melahirkan," tutupnya. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved