Berita Bali
Terkait Perubahan Nama RSUP Sanglah, Ini Kata Kadis Kesehatan Provinsi Bali
Sebelumnya telah beredar kabar bahwa Pemprov Provinsi Bali telah mengajukan perubahan nama RSUP Sanglah Denpasar menjadi Prof. Dr.I.G.N.G Ngoerah
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebelumnya telah beredar kabar bahwa Pemprov Provinsi Bali telah mengajukan perubahan nama RSUP Sanglah Denpasar menjadi Prof. Dr.I.G.N.G Ngoerah ke Mentri Kesehatan Republik Indonesia pada, 11 Februari 2020 lalu.
Hingga saat ini belum ada kepastian yang lebih lanjut dari Menkes terkait hal tersebut.
Ketika dikonfirmasi, Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya membenarkan bahwa terdapat pengusulan perubahan nama RSUP Sanglah Denpasar.
Baca juga: Prioritaskan Aspek Kesehatan Jika Bali Kembali Dibuka Penuh untuk Kegiatan Wisata
Baca juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Liburan, Satgas Bubarkan Kerumunan Warga di Klungkung
Baca juga: Kasus Kematian dengan Positif Covid-19 di Bangli Bertambah, Satu Warga Asal Cempaga Meninggal Dunia
"Ya benar sudah ada usulan perubahan nama RS Sanglah tapi kewenangan ada di Menkes," ungkapnya pada, Minggu (27/12/2020).
Suarjaya menambahkan, alasan penggantian nama tersebut karena, Prof. Dr.I.G.N.G Ngoerah merupakan seorang dokter pertama yang merintis dan mengembangkan bagian kebidanan yang merupakan cikal bakal RSUP Sanglah serta melakukan pengembangan di seluruh bagian klinik di RSUP Sanglah Denpasar.
Baca juga: 63 Ribu Lebih UMKM dan IKM Manfaatkan Diskon Tambah Daya Listrik Super Merdeka
Baca juga: Kunjungan ke Tanah Lot Tembus 7 Ribu Orang Dalam Dua Hari, DTW di Tabanan Masih Jadi Favorit Wisdom
Baca juga: Antisipasi Polusi Tinggi di Pulau Kecil, Nusa Lembongan dan Ceningan Akan Dikonsepkan Go Green
Selain itu beliau merupakan dokter spesialis pertama dan spesialis syaraf pertama di Bali dan pernah menjadi dokter Kepresidenan Presiden Soekarno di Bali.
Selain itu ia memiliki pengalaman kerja sebagai dokter di wilayah Badung juga membantu di beberapa wilayah lainnya seperti Tabanan, Gianyar dan Klungkung.
Ia juga pernah menjabat sebagai dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Sama halnya dengan Suarjaya, pihak RSUP Sanglah juga memberikan pernyataan bahwa menyerahkan semua keputusan di Mentri Kesehatan.
"Kami dari RSUP Sanglah menyerahkan kepada pemilik RS yaitu ke Kementerian Kesehatan. Yang pasti kami ngikut kemenkes sebagai pemilik," terang, Kabag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna.
Sementara ketika disinggung mengenai anehnya perubahan nama Rumah Sakit karena masyarakat sudah familiar dengan nama Sanglah, Dewa mengatakan untuk perihal tersebut lebih baik dikonfirmasi ke pihak yang mengusulkan.
"Kalau yang ini baiknya konfirm ke pengusul perubahan ya. Yang pasti kami dari RSUP Sanglah tergantung pada Kemenkes," lanjut, Dewa.
Sebelumnya pada Tahun 2008, Menkes sendiri telah menolak perubahan nama RSUP Sanglah tersebut.
Penolakan tersebut disebabkan nama RSUP Sanglah telah dikenal hingga ke mancanegara.
RSUP Sanglah
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah terletak di Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali.
RSUP Sanglah mulai dibangun pada tahun 1956.
RSUP Sanglah adalah UPT Kemenkes yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktorat Pelayanan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI.
RSUP Sanglah dipimpin oleh seorang kepala yang disebut Direktur Utama.
RSUP Sanglah berdiri di atas tanah seluas 13,5 hektar.
RSUP Sanglah resmi menjadi rumah sakit rujukan nasional Indonesia di bagian timur pada tahun 2014.
POSISI
RSUP Sanglah terletak di Jalan Diponegoro, Denpasar, Bali.
Sebelah timur berbatasan dengan Fakultas Hukum Universitas Udayana, Asrama Mahasiswa UNUD Denpasar, pertokoan dan pemukiman warga.
Sebelah barat berbatasan Kantor BMKG Stasiun Geofisika Sanglah Denpasar, pemukiman warga dan pertokoan.
Sebelah utara berbatasan dengan Gedung Logistik UTD PMI Provinsi bali dan pemukiman warga.
Sebelah utara berbatasan dengan Surya Husada Hospital dan pemukiman warga.
VISI
Menjadi Rumah Sakit Rujukan Nasional Kelas Dunia Tahun 2019
MISI
1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan interprofesi yang paripurna, bermutu untuk seluruh lapisan masyarakat.
2. Menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan yang profesional dan berdaya saing serta menyelenggarakan penelitian dalam bidang kesehatan berbasis rumah sakit.
3. Menyelenggarakan kemitraan dengan pemangku kesehatan terkait.
4. Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.
INSTALASI
1. Instalasi Rawat Jalan
2. Instalasi Gawat Darurat
3. Instalasi Rawat Inap A
4. Instalasi Rawat Inap B
5. Instalasi Rawat Inap C
6. Instalasi Rawat Inap D
7. Instalasi Anastesi dan Terapi Intensif
8. Instalasi Bedah Sentral
9. Instalasi Sterilisasi Sentral
10. Instalasi Kedokteran Forensik
11. Instalasi Pemeliharaan Sarana RS
12. Instalasi Pemeliharaan Peralatan Medis
13. Instalasi Farmasi
14. Instalasi Geriatri
15. Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu
16. Instalasi Rehabilitasi Medis
17. Instalasi Radiodiagnostik, Imaging dan Radiologi Intervensional (RIR)
18. Instalasi Wing Amertha
19. Instalasi Gizi
20. Instalasi Binatu
21. Instalasi Rekam Medik
22. Inst Pengamanan & Ketertiban Lingkungan
23. Instalasi IT
24. Instalasi Dialisis
25. Instalasi Kebersihan &Kesling
26. Instalasi Penjaminan Klaim
27. Instalasi PKRS
28. Instalasi Admision
29. Instalasi Kanker Terpadu
30. Instalasi Radiotherapy
31. Instalasi Labotarorium Terpadu (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/rsup-sanglah-denpasar.jpg)