Serba Serbi
Tolak Cetik dan Bala, Tumbuhan Uli Dipercaya Miliki Khasiat Khusus
Dalam buku Usadha Cetik, terbitan Yayasan Dharma Pura, dijelaskan cetik adalah sebutan racun yang mematikan hasil racikan manusia
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Layaknya berlian, uli juga jika semakin besar harganya akan semakin mahal.
Bahkan ada yang panjangnya 60 cm bisa berharga hingga Rp. 30 juta di pasaran.
“Dahulu ada nelayan yang bawa, mereka dapatkan dari perairan di New Zealand. Jadi uli itu tersangkut di jaring ketika mereka mencari ikan di laut dalam,” jelasnya.
Uli juga sangat langka, semakin ke sini semakin sulit ditemukan.
Batang uli ini biasanya dipakai menjadi permata di cincin.
Atau liontin dan aneka perhiasan lainnya.
“Biasanya pemangku memakai cincin uli, sebagai sarana upakara dan menetralisir energi negatif,” jelasnya.
Uli dipercaya sebagai penolak bala atau racun, sehingga banyak yang berminat memilikinya.
Bahkan ada sebuah konten di media sosial, kata dia, memperlihatkan sebuah ember berisi ikan lalu diberi portas dan diletakkan Uli Gadang (hijau) di dalam airnya.
Tetapi ikannya tidak mati sama sekali.
Siladharma mengatakan, uli gadang memang memiliki kekuatan yang lebih dibandingkan uli jenis lainnya.
Para penekun spiritual pasti tahu akan hal ini.
Uli Gadang atau yang berwarna hijau, kata dia, lebih banyak ditemukan di perairan New Zealand.
Sedangkan di perairan Nusa Penida, kebanyakan uli ditemukan berwarna lebih cokelat.
“Uli Gadang ini lah yang tempatnya paling dalam, dan paling sulit dicari,” katanya.