Kumis Kucing dalam Usada Bali Bisa Obati Batu Ginjal, Begini Cara Memanfaatkannya
kumis kucing dalam usada digolongkan sebagai tanaman obat jenis terna (semak-semak) yang mempunyai khasiat tis (sejuk).
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Widyartha Suryawan
"Fungsi flavonoid sebagai pelancar air seni sehingga racun-racun yang ada dalam tubuh yang larut dalam air seni, dikeluarkan dalam tubuh secara lebih sempurna," jelasnya.
Baca juga: Manfaat Air dan Pasir Laut Dalam Usada Bali untuk Penyembuhan
Dengan demikian, tanaman ini berfungsi terhadap kesehatan ginjal. Bahkan secara tidak langsung mampu berfungsi mengatasi asam urat.
Kumis kucing juga berkhasiat untuk mengatasi infeksi saluran kencing (ISK).
"Demikian banyaknya khasiat kumis kucing bagi kesehatan, sehingga masyarakat diharapkan dapat menanam kumis di pekarangan sebagai toga," katanya.
Pemanfaatan Kumis Kucing
Daun kumis kucing sebagai obat dapat diolah menjadi loloh.
Caranya, ambil satu genggam daun kumis kucing segar.
Setelahnya diremas-remas dan diberikan garam seujung sendok teh.
Lalu ditambah air siap minum satu gelas.
"Lalu disaring dan diminum dua kali sehari," sebutnya.
Baca juga: WIKI BALI - Usada, Pengobatan Tradisional Bali, Ada Hubungannya Dengan Husada?
Selain itu, daun kumis kucing juga dapat diracik sebagai jamu godog. Yakni daun kumis kucing segar, atau kering ditambah bahan lain atau tunggal lalu direbus atau digodog.
Lalu air rebusannya diminum. Bisa pula ditambahkan madu untuk meningkatkan cita rasa.
Daun kumis kucing juga dapat dibuat serbuk kemudian diseduh, dan air seduhannya diminum.
Selain untuk tanaman obat, kumis kucing dengan bunganya yang unik dan indah dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias dan mempercantik taman di halaman rumah.
Tata cara pengolahan daun kumis kucing ada beberapa, diantaranya pengolahan daun kumis kucing dapat dilakukan tunggal atau dicampur dengan beberapa tanaman obat yang lain. (*)