Breaking News:

Berita Bangli

Tanggapi Kasus Dugaan Perselingkuhan Ibu 4 Anak & Pria Beristri di Bangli, Ini Penjelasan Psikiater

Kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan seorang wanita MLD (29) dengan pria beristri AGU (27) di Bangli, Bali menghebohkan jagat maya.

Dok Polsek Kota Bangli
Skandal perselingkuhan pria dan oknum pegawai RS di Bangli, terduga terlapor AGU dan MLD ketika menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kota Bangli, Rabu (6/1/2021) 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI..COM, DENPASAR – Kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan seorang wanita MLD (29) dengan pria beristri AGU (27) di Bangli, Bali menghebohkan jagat maya.

Keduanya digrebek jajaran Polsek Kota Bangli pada Rabu (6/1/2021), sekitar pukul 21.00 Wita.

Penggrebekan dilakukan atas dasar laporan dari istri si pria tersebut NKJ (27) terhadap dugaan perselingkuhan, keduanya digrebek di sebuah rumah kos Lingkungan LC Uma Bukal, Bangli, Bali.

Diketahui wanita yang diduga melakukan tindak perselingkuhan tersebut adalah pegawai salah satu rumah sakit, masih memiliki suami sah, dan merupakan ibu dari empat orang anak. 

Baca juga: Selama Tahun 2020, Trafik Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun 74,2 Persen

Baca juga: 32 Pasien Covid-19 Dirawat di RSUD Klungkung Jelang Penerapan PKM, Dominan Klaster Keluarga

Skandal perselingkuhan itu terbongkar setelah NKJ membuntutinya.

Menanggapi kasus tersebut, Psikiater asal Bali, Dr. dr. Anak Ayu Sri Wahyuni SpKJ mengatakan, faktor yang melatarbelakangi terjadinya perselingkuhan atau perzinahan didominasi karena kurangnya komunikasi antar pasangan.

"Sebenarnya yang harus digarisbawahi bukan semata-mata ini seorang pegawai rumah sakit, peristiwa perselingkuhan bisa terjadi kepada siapapun, ketika dalam satu rumah tangga tidak terjadi komunikasi yang sehat," kata dr. Sri Wahyuni saat berbincang dengan Tribun Bali melalui sambungan telepon, pada Jumat (8/1/2021).

Menurut alumnus Universitas Udayana ini, selain faktor komunikasi, dasar terjadinya perselingkuhan adalah kurangnya pemahaman terhadap kelebihan dan kekurangan setiap pasangan.

"Tidak ada saling memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, jika ada masalah tidak diselesaikan dengan segera, itu yang pertama dasar kenapa bisa terjadi perselingkuhan," bebernya.

Halaman
1234
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved