Serba Serbi

Tata Cara Pembuatan dan Pemanfaatan Ramuan Dalam Usada Bali

“Tata cara pengolahannya, bahan ramuan diambil sari patinya dengan memeras. Lalu bahan ramuan yang keras digiling halus terlebih dahulu lalu dicampur

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Noviana Windri
IST/farmasi.unpad.ac.id via Tribun Jogja
Ilustrasi Obat tradisional 

Cara Pemakaiannya, obat ini langsung disiram-siram pada luka sambil lukanya dibersihkan.

Uap atau Urap, bentuknya hampir sama dengan boreh. 

Cara pengolahannya semua bahan obat yang diperlukan digiling sampai halus, kemudian dicampur dengan sedikit air. Atau dapat juga dibuat dengan cara membuat tutuh. 

Cara pemakaiannya, bahan obat langsung dilumurkan (diurapkan) secara merata pada kulit luar dibagian badan, tempat yang oleh penderita dirasa sakit.

Ketujuh adalah Oles, yang bentuknya sama dengan urap atau lulur. Cara pengolahannya serta aturan pemakaiannya, hanya pada saat pelumuran di luar badan.

“Biasanya dipakaikan alat bantu berupa lidi atau bulu ayam, atau alat yang lainnya,” imbuhnya. Limpun atau apun, bentuknya adalah berupa cairan (air sari pati), atau campuran minyak, atau langsung berupa minyak yang sudah ada unsur obat-obatnya.

Cara pengolahannya, sama dengan membuat usug, oles, urut ataupun boreh. 

Dapat juga langsung bahan-bahan obat itu digoreng, dan diambil minyaknya sebagai bahan apun.

Aturan penggunaan obat sama dengan seperti aturan urut, tetapi tujuannya  adalah untuk membenahi letak urat atau otot termasuk pembenahan letak posisi usus  dalam perut.

Sembilan, adalah Kakecel  atau pijitan dengan tata cara pengolahannya dan aturan pemakaiannya sama dengan bentuk, cara dan aturan obat limpun.

Perbedaannya adalah dalam hal teknik dan tujuan pelaksanaan. 

“Teknik pelaksanaannya lebih dipentingkan pijatan. Tujuannya adalah untuk melemaskan urat atau otot- otot yang kaku, serta meratakan dan melancarkan peredaran darah,” sebutnya.

Ada pula obat sembur, yang cara pemanfaatannya adalah bahan ramuan dikunyah, setelah diperkirakan cukup lumat, langsung disemburkan pada bagian tempat penyakit penderita. 

Lalu kesebelas adalah obat tampel atau tempel (kalau ubad di ubun-ubun disebut pupuk). 

Bentuk,  teknik, dan tata cara pengolahannya sama dengan alat parem atau boreh, hanya saja lebih padat(sedikit airnya), supaya lebih mudah ditempelkan. 

Baca juga: Ramuan Lemon, Jahe dan Madu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh, Begini Cara Membuatnya

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved