Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bangli

Delapan Desa di Bangli Bali Ini Belum 'Terjamah' Virus Corona, Apa Saja?

Antara lain Desa Banua, Desa Bayung Cerik, Desa Binyan, Desa Gunungbau, Desa Katung, Desa Lembean, Desa Kutuh, dan Desa Mengani.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Noviana Windri
Dok. Instagram @akasa_kintamanicoffee
Para pengunjung Akasa Kintamani Coffee melihat pemandangan Gunung Batur yang cantik dari teras dengan balkon kaca. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kasus penyebaran virus corona di Bangli hingga kini masih terus terjadi penambahan. Bahkan di awal tahun 2021 saja, terjadi peningkatan kasus tertinggi dari bulan-bulan sebelumnya. 

Sesuai data yang dihimpun, total kasus positif corona di Bangli per tanggal 25 Januari tercatat sebanyak 219 kasus.

Jumlah tersebut merupakan total kasus bulanan tertinggi selama pandemi corona di Bangli.

“Sebelumnya kasus tertinggi yakni 202 kasus di Bulan Juli dan 203 kasus di Bulan Agustus,” ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penaggulangan Covid-19 Bangli, I Wayan Dirgayusa, Selasa (26/1/2021).

Lebih lanjut dikatakan, dari total akumulasi 1163 kasus, diketahui jumlah penderita corona terbanyak merupakan kategori usia dewasa awal yakni 26 hingga 35 tahun, dengan jumlah 224 orang.

Baca juga: Kasus Positif Corona di Bangli  Meningkat, Personel Kodim 1626 Bangli Intens Lakukan Sosialisasi

Baca juga: Corona di Bangli Meningkat 24 Kasus Dalam Dua Hari Terakhir, Hampir Sentuh Angka 1.000 Kasus

Baca juga: 154 Warga Bangli Terjaring Operasi Prokes, Perkembangan Kasus Corona di Bangli Kembali Nihil

Tertinggi kedua merupakan kategori usia lansia awal, yakni 46 hingga 55 tahun, dengan jumlah 209 orang.

“Jumlah tersebut memiliki selisih empat orang dibandingkan kategori usia dewasa akhir, atau 36 hingga 45 tahun dengan jumlah 205 orang,” sebutnya.

Sementara jumlah kasus terkonfirmasi corona kategori masa remaja akhir yakni usia 17 hingga 25 tahun, masa lansia akhir yakni usia 56 hingga 65 tahun, serta masa manula usia 65 tahun keatas memiliki selisih belasan orang.

Di mana jumlah kasus terkonfirmasi untuk kategori masa remaja akhir tercatat sebanyak 145 orang, masa lansia akhir tercatat sebanyak 156 orang, dan masa manula tercatat sebanyak 131 orang.

“Sedangkan kategori usia balita 0 hingga 5 tahun tercatat sebanyak 27 orang, usia 5 hingga 11 tahun tercatat sebanyak 31 orang, dan usia 12 hingga 16 tahun tercatat sebanyak 35 orang,” ujarnya.

Dari segi sebaran kasus per kecamatan, lanjut Dirgayusa, kasus positif terbanyak tercatat di Kecamatan Bangli dengan 442 kasus.

Di mana dari jumlah tersebut, Kelurahan Kawan tercatat sebagai wilayah dengan sebaran kasus positif corona terbanyak dengan 147 kasus.

“Kedua yakni Kelurahan Bebalang dengan 70 kasus, Kelurahan Cempaga dengan 68 kasus, dan Desa Tamanbali dengan 65 kasus. Sedangkan sisanya masih dibawah 40 kasus,” terangnya.

Terbanyak kedua yakni Kecamatan Susut dengan 326 kasus.

Di mana catatan sebaran kasus terbanyak berasal dari Desa Abuan dengan 89 kasus, Desa Susut dengan 64 kasus, dan Desa Sulahan dengan 51 kasus.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved