Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Bali Berupaya Bangkitkan Komoditas Rumput Laut

"Sekarang memang yang mulai kita bangkitkan kembali adalah rumput laut. Karena rumput laut kita ini sempat ditinggalkan oleh pembudidaya kita karena t

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Noviana Windri
Istimewa
Petani rumput laut di Nusa Penida 

Setelah kering, rumput laut kemudian dikemas dan dikirim ke pelabuhan di Surabaya untuk diekspor.

Ekspor rumput laut ini dilakukan ke dua negara yakni Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Perancis.

Namun pengembangan rumput laut yang dilakukan saat ini tidak lagi untuk ekspor, melainkan bakal dikembangkan produk turunan.

Berbagai produk turunan rumput laut ini rencananya akan dibuat seperti souvernir, permen, sabun, obat-obatan dan berbagai produk lainnya.

Liburan Umanis Galungan di Pantai Semawang Sanur, Warga Spontan Kumpulkan Rumput Laut untuk Lawar

Kunjungan Turis China Anjlok Sejak Wabah Virus Corona, Warga Lembongan Diminta Budi Daya Rumput Laut

Geliat Rumput Laut Setelah 4 Tahun Ditinggalkan, Pemkab Klungkung Janji Jaga Harga Komoditi

"Sehingga ke depan, produksi rumput laut yang kita hasilkan tidak kita ekspor begitu saja, tetapi kita olah menjadi produk jadi daerah Bali ini," terang Sudarsana.

Dirinya menuturkan, sejak dahulu memang sudah ada beberapa masyarakat yang merintis pengolahan produk turunan dari rumput laut.

Hanya saja sistem pemasaran produk turunan ini masih dipegang oleh benerapa pengepul.

Kondisi ini menyebabkan pihaknya tidak bisa mengembangkan produk turunan karena terdapat banyak kendala yang harus dihadapi.

Ke depan, pihaknya akan mencoba untuk membuat beberapa produk turunan yang dikerjasamakan dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRID) Provinsi Bali, perguruan tinggi dan berbagai lembaga swadaya masyarakat.

Dalam mengembangkan produk turunan rumput laut ini dilakukan sesuai dengan konsep pembangunan berdikari dari Gubernur Bali.

Maka dari itu, pengembangan produk turunan rumput laut bakal berupaya untuk membedayakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perusahaan rumah tangga dan koperasi.

"Itulah nanti yang akan kita ajarkan teknologi pengolahannya sehingga dia menjadi suatu produk," terangnya.

Dalam produksi sabun cair rumput laut misalnya, Sudarsana akan mengarahkan produk turunan itu kepada masyarakat di Nusa Penida dan juga dijual kepada pelaku pariwisata di sana.

Oleh karena itu, berbagai penginapan yang ada di Nusa Penida bakal diwajibkan untuk menggunakan sabun cair dari rumput laut yang juga berasal dari sana.

"Jadi begitu polanya, sehingga margin itu tidak ada terbuang. Tidak ada bebam margin di sana sehingga semua peluang itu kita dapatkan sendiri dan berputar di tempat sendiri. Konsep pembangunan Pak Gubernur kan seperti itu," paparnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved