Berita Buleleng
Akses Jalan Tertutup Material Longsor, 150 KK di Dusun Sanglagki Buleleng Terisolasi Selama 3 Hari
Sebanyak 150 Kepala Keluarga di Dusun Sanglagki, Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali terisolasi selama tiga hari.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Sebanyak 150 Kepala Keluarga di Dusun Sanglagki, Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali terisolasi selama tiga hari.
Ini lantaran akses jalan penghubung antara Desa Tambakan dan Desa Belok Sidan, Kabupaten Badung itu tertutup material longsor, sejak Sabtu 30 Januari 2021 sore lalu.
Perbekel Desa Tambakan, I Gede Eka Wardana dikonfirmasi melalui saluran telepon pada Selasa 2 februari 2021 mengatakan, tanah selebar kurang lebih 20 meter, dan tinggi mencapai 5 meter itu longsor pada Sabtu kemarin, sekira pukul 17.00 Wita.
Kala itu, desa memang sedang diguyur hujan lebat, disertai angin kencang, dan kabut tebal.
• Hujan Lebat Seharian Sebabkan Bencana Longsor di Sejumlah Titik di Bangli Bali
Beruntung peristiwa tanah longsor ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Namun material longsor menutupi badan, hingga membuat warga di Dusun Sanglagki terisolasi.
Kejadian ini, sebut Wardana, baru dilaporkan oleh pihaknya kepada BPBD Buleleng pada Minggu 31 Januari 2021 kemarin.
Namun mengingat akses menuju ke TKP cukup sulit, dengan kondisi jalan yang menanjak dan licin akibat masih diguyur hujan, pihak BPBD Buleleng baru menurunkan alat berat pada Selasa (2/2) pagi.
Proses membersihkan material longsor ini diperkirakan memakan waktu selama dua hari.
“Warga di Dusun Sanglagki biasanya menggunakan jalan ini untuk ke desa.
Tapi karena tertutup material longsor, mereka harus menempuh jalur yang lebih jauh, lewat Desa Belok Sidan. Keliling jadinya.
Proses membersihkan material longsor ini diperkirakan memakan waktu selama dua hari.
Sementara jalan itu baru bisa diakses oleh sepeda motor,” terangnya.
Kendati tersiolasi selama tiga hari, musibah ini sebut Wardana tidak berdampak pada perekonomian warga di Dusun Sanglagki.
• Material Longsor Timbun 2 Kamar Tidur Rumah Gede Rupawan Hingga Roboh, BPBD Karangasem Turunkan Tim
Sebab, warga yang rata-rata bermatapencaharian sebagai petani sayuran, kopi dan jeruk ini sedang tidak memanen komoditasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petugas-bpbd-buleleng-saat-membersihkan-material-longsor-di-dusun-sanglagki-desa-tambakan.jpg)