Breaking News:

Corona di Bali

Terapkan PPKM Skala Mikro Sejak Awal New Normal, Kelurahan Bitera Gianyar Berhasil Tekan Covid-19

Mekanisme PPKM skala mikro yang diterapkan pemerintah sejak beberapa hari lalu, rupanya bukan hal baru bagi Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Petugas melakukan tracking pada keluarga yang keluarganya positif covid-19, di Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali, Kamis 11 Februari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Mekanisme PPKM skala mikro yang diterapkan pemerintah sejak beberapa hari lalu, rupanya bukan hal baru bagi Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali yang mewadahi tiga desa adat, yakni Desa Adat Bitera, Desa Adat Batur Sari dan Desa Adat Pacung.

Sebab, pemutusan mata rantai covid-19 dengan pola PPKM skala mikro sudah berlangsung di sini sejak era new normal.

Karena itu, jumlah warga positif covid-19 di wilayah ini relatif sedikit.

Di mana sejak new normal hingga saat ini, jumlah warga positif sebanyak 19 orang, dari total tersebut 18 orang telah sembuh dan satu orang masih menjalani perawatan.

Beredar Daftar 37 Desa yang Disarankan Ikuti PPKM Skala Mikro, Sekda Gianyar Angkat Bicara

Dua Pengendara Tertimpa Pohon Tumbang di By Pass IB Mantra Blahbatuh Gianyar Bali

Tanah Pasar Gianyar Jadi Rebutan, Desa Adat Berhadapan dengan Pemkab

Berdasarkan data Tribun Bali, kondisi tersebut relatif kontras dengan situasi Kelurahan Bitera.

Sebab kelurahan ini berada di Kota Gianyar, dekat dengan RSUD Sanjiwani sebagai rujukan pasien covid-19, serta memiliki pasar adat yang aktif.

Lurah Bitera, I Gede Bagiada, Kamis 11 Februari 2021 membenarkan, memutus rantai covid-19 dengan pola PPKM skala mikro sudah diterapkan sejak era new normal.

Seperti, ketika ada warga meninggal dunia, krama tidak menggunakan bade atau arak-arakan yang melibatkan banyak orang.

Namun, prosesi menuju kuburan memakai kendaraan roda empat.

Selain Sepi, Kini Jalan di Ubud Gianyar Berlubang Akibat Hujan Lebat yang Terus Mengguyur dan Banjir

Ketua PHRI Gianyar : Pariwisata Bisa Dibuka dengan Mencontoh Negara UEA

"Begitu ada meninggal, prajuru, Babinsa dan Bimas langsung ke rumah duka. Mensosialisasikan agar pemakaman dilakukan secara sederhana, tidak memakai bade dan sejenisnya, jenazah dibawa menggunakan mobil. Jumlah orang yang terlibat dibatasi," ujarnya. 

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved