Breaking News:

Soal Dugaan Korupsi Rp. 43 T BPJS Ketenagakerjaan, Kariyasa Minta Hak-Hak Pekerja Tak Hilang

Adanya dugaan korupsi yang membelit BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 43 Triliun mendapat sorotan dari DPR RI.

Penulis: Ragil Armando | Editor: M. Firdian Sani
Tribun Bali/Ragil Armando
Foto I Ketut Kariyasa Adnyana 

TRIBUN-BALI, DENPASAR – Adanya dugaan korupsi yang membelit BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp. 43 Triliun mendapat sorotan dari DPR RI.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ketut Kariyasa Adnyana mendorong agar penegak hukum segera menyelidiki secara tuntas dugaan korupsi tersebut.

Pasalnya, ia khawatir dugaan korupsi itu sendiri akan membuat hak-hak para pekerja yang terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hilang.

“Kita serahkan kepada penegak hukum, yang pasti jangan sampai hak-hak pekerja itu nanti hilang karena ada kasus ini.

Soal Dugaan Mega Korupsi di Dispar Buleleng, Pemprov Tak Mau Komentar

Karena anggaran itu hak dari pekerja sendiri,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat 12 Februari 2021.

Kariyasa juga menyebutkan jika BPJS Ketenagakerjaan telah menjadi lembaga yang besar karena memegang anggaran pekerja se-Indonesia.

Namun ia menyayangkan kontribusi pelayanan BPJS Ketenagakerjaan terhadap peserta masih jauh dari harapan.

Terlebih di masa pandemi ini, ketika banyak pekerja di-PHK, Politikus PDIP ini mengatakan BPJS Ketenagakerjaan tidak dapat mengantisipasinya.

Baca juga: Soal Dugaan Mega Korupsi di Dispar Buleleng, Para Dewan Asal Buleleng Ikut Prihatin

“Selama ini dengan anggaran yang besar, itu kan iuran pekerja sehingga itu tidak semua pekerja bayar, sehingga banyak anggaran banyak digunakan investasi, bermain saham, dan sebagainya, dan ini lah yang ada indikasi,” ucapnya.

Mantan Sekretaris Komisi III DPRD Bali ini menyebutkan jika BPJS Ketenagakerjaan saat ini mengelola anggaran buruh yang sangat besar sejumlah sekitar Rp 405 triliun, sehingga ia meminta agar ada pengawasan intensif terhadap BPJS Ketenagakerjaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved