Breaking News:

Berita Denpasar

UPDATE - Kasus Pembunuhan di Homestay Panjer Denpasar, Pelaku Naik Pitam Saat Korban Berteriak 

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H. mengungkap fakta kasus tewasnya Dwi Farica Lestari

Tribun Bali/Rizal Fanany
Senin 15 Februari 2021 kemarin, kepolisian menggelar rilis penangkapan pelaku bernama Wahyu Dwi Setyawan (23). Pelaku kasus pembunuhan Dwi Farica Lestari di sebuah homestay Denpasar. Pelaku naik pitam saat korban berteriak 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H. mengungkap fakta kasus tewasnya Dwi Farica Lestari (24) asal Subang, Jawa Barat di sebuah kamar Homestay di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar, Bali Sabtu 16 Januari 2021 lalu.

Ia membeberkan bahwa pelaku pembunuhan Wahyu Dwi Setyawan (24) sempat melakukan hubungan badan dengan Dwi Farica Lestari (24).

Bukannya memberikan uang kepada korban, pelaku yang bekerja sebagai buruh bangunan justru mengambil handphone dan dompet milik korban. 

Baca juga: UPDATE Pelaku Pembunuhan Wanita di Panjer Diancam dengan 2 Pasal Berat, Wahyu Terancam Hukuman Mati

Baca juga: UPDATE - Pelaku Pembunuhan di Panjer Denpasar Berawal dari Pencarian Pertemanan di Aplikasi MiChat

Mengetahui barangnya diambil oleh pelaku, korban yang saat itu berdiri tanpa busana di samping tempat tidur berteriak minta tolong.

"Teriakan korban membuat pelaku naik pitam. Pelaku langsung membekap korban dari belakang dengan menggunakan tangan kiri," kata Dir Reskrimum Polda Bali didampingi Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Syamsi, S.H. saat press rilis di Mapolda Bali, pada Senin 15 Februari 2021.

Selanjutnya tangan kanan Wahyu mengambil senjata tajam jenis Kerambit dari saku celana yang berada di atas tempat tidur. 

Tak berpikir panjang pelaku langsung menusuk leher korban. 

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Wanita Subang di Bali, Polisi Sebut Pelaku Sudah Berencana Lakukan Pencurian

Baca juga: BREAKING NEWS - Pelaku Pembunuhan Wanita Subang di Bali Ternyata Residivis Kasus Pencurian

“Semua luka pada leher karena senjata tajam. Ada 3 luka sudut di leher sebelah kiri dan kanan, 1 luka sudut leher tengah dan luka di leher kanan memotong pembuluh nadi besar yang menyebabkan kematian korban,” terang perwira lulusan Akpol tahun 1991 ini. 

“Pembunuhan ini sudah direncanakan oleh pelaku. Di mana pelaku sudah menyiapkan pisau jenis kerambit untuk menguasai barang-barang milik korban,” sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved