Breaking News:

Berita Buleleng

Kembalikan Uang Cipratan Mark-up, Staf DPMPTSP Datangi Kejari Buleleng Terkait Dana Hibah Pariwisata

tiga staf di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng langsung mendatangi kantor Kejari Buleleng

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
DITAHAN - Jajaran Kejaksaan Negeri Buleleng menunjukkan tujuh pejabat Dispar Buleleng saat hendak dilakukan penahanan, di kantor Kejari Buleleng, Rabu 17 Februari 2012. Ketujuh pejabat tersebut, dan satu pejabat lainnya yang sedang sakit, sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan mark-up dana hibah pariwisata - Kembalikan Uang Cipratan Mark-up, Staf DPMPTSP Datangi Kejari Buleleng Terkait Dana Hibah Pariwisata 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pasca Kejari Buleleng mengumumkan ada tiga instansi di lingkup Pemkab Buleleng yang menerima kucuran dana hibah pariwisata, tiga staf di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Buleleng langsung mendatangi kantor Kejari Buleleng, Kamis 18 Februari 2021.

Mereka datang untuk mengembalikan dana yang diterima dari salah satu tersangka sebesar Rp 2 juta.

Humas sekaligus Kasi Intel Kejari Buleleng, AA Jayalantara mengatakan, mengingat sudah ada itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut, ketiga staf di DPMPTSP tidak dijerat hukum.

Sebab, ketiga staf tersebut juga tidak mengetahui jika dana yang diberikan oleh salah satu pejabat di Dispar yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka bersumber dari dana hibah pariwisata.

Baca juga: TERKINI: 7 Pejabat Dispar Dijebloskan ke Sel, Tiga Instansi di Pemkab Buleleng Kecipratan Dana Hibah

Baca juga: UPDATE: Begini Modus Operandi 8 Pejabat Dispar Buleleng yang Diduga Korupsi Dana Hibah Pariwisata

Baca juga: BREAKING NEWS: Usai Diperiksa, Tujuh Pejabat Dispar Buleleng Ditahan, Tiga Dititip di Polsek Sawan

"Ketiga staf di DPMPTSP itu taunya uang yang dikasih sebagai bentuk ucapan terimakasih, karena mereka ikut membantu Dispar melalukan verifikasi hotel dan restoran penerima hibah yang 70 persen," ucapnya.

Sementara untuk dua instansi lain, kata Jayalantara hingga berita ini ditulis belum mengembalikan kucuran dana yang diterima dengan kisaran Rp 1 juta hingga Rp 3 juta.

Pihak penyidik pun masih menunggu itikad baik dua instansi tersebut untuk mengembalikan kucuran dana yang diterima, sebelum berkas perkara dilimpahkan ke JPU.

"Lagi dua instansi belum mengembalikan. Kami masih menunggu itikad baik mereka sampai pemberkasan selesai," kata Jayalantara sembari merahasiakan dua instansi yang belum mengembalikan kucuran dana tersebut.

Mereka sudah mengembalikan uang tersebut, dan sudah kami sita sebagai barang bukti.

Di sisi lain, pada Kamis 18 Februari 2021, Jayalantara juga menyebut ada beberapa staf di Dispar Buleleng yang juga mengembalikan kucuran dana hasil mark-up hotel dalam Explore Buleleng dan Bimtek.

Jumlah dana yang dikembalikan sejauh ini baru sebesar Rp 1.250.000.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved