Breaking News:

Berita Gianyar

Perajin Endek di Gianyar Berharap Desainer Fashion Libatkan Perajin Endek

Perajin endek di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali mengapresiasi kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster terkait penggunaan tenun endek.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Aktivitas produksi kain tenun endek di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Bali, Jumat, 19 Februari 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Perajin endek di Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali mengapresiasi kebijakan Gubernur Bali, Wayan Koster terkait penggunaan tenun endek.

Dalam memenuhi hal tersebut, perajin tenun endek relatif bisa memenuhi.

Sebab selama ini, orientasi mode yang mereka buat, sudah mengarah pada pakaian adat bali, yang satu paket dari udeng, baju, kamen hingga saput.

Begitu juga dengan pakaian adat bali khusus perempuan.

Baca juga: Masih Terima Gaji dan Tunjangan, Koster Minta Pegawai Instansi dan Lembaga Beli Tenun Endek Bali

Baca juga: Tak Ada Kewajiban Warga Bali Pakai Endek Setiap Selasa, SE Gubernur Itu Untuk Lembaga dan Instansi

Baca juga: Soal Selasa Pakai Endek, Koster Minta Kader PDIP Yang Duduk di Legislatif Beri Contoh

Namun para perajin berharap, tokoh-tokoh desainer, melibatkan mereka dalam memenuhi fashion, supaya jangkauan pasar mereka lebih luas. 

Owner Putri Ayu di Blahbatuh, Gianyar Bali, Ida Bagus Adnyana mengatakan sangat mendukung penerapan SE Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali.

Menurutnya, kebijakan ini sangat berpihak pada sektor UKM khususnya pengerajin endek. 

Kata dia, selama ini, perajin tenun di Kecamatan Blahbatuh sudah menginovasikan kain tenun endek dalam berpakaian adat Bali.

Baca juga: Koster Akan Undang Pimpinan Instansi dan Lembaga di Bali Soal Kebijakan Penggunaan Kain Tenun Endek

Mulai dari  busana adat untuk laki-laki, sudah dibuat sepaket dari udeng, baju, saput/kampuh dan kain mengunakan inovasi kain endek.

Untuk wanita juga satu paket menggunakan kebaya, kain, dan senteng menggunakan inovasi kain endek.

"Kami berharap para desainer bisa melibatkan pengerajin tenun endek dalam menciptakan fashion busana adat Bali. Ini akan membantu pengerajin Gianyar dalam berinovasi dalam pengembangan produk endek Bali," ujarnya, Jumat 19 Februari 2021.
 

Bupati Gianyar, Made Mahayastra meminta supaya para perajin endek terus berinovasi, dan mengikuti setiap perkembangan mode.

Di mana, diharapkan, pemakaian tenun endek bukan hanya untuk aktivitas kantor, keadatan, tetapi juga diharapkan dapat menyasar aktivitas umum.

"Saya mengapresiasi perajin yang selalu semangat dalam berkarya. Namun saya berharap, mereka terus berinovasi, dapat menyasar semua segmen," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved