Breaking News:

Kain Endek

Tak Ada Kewajiban Warga Bali Pakai Endek Setiap Selasa, SE Gubernur Itu Untuk Lembaga dan Instansi

Berdasarkan informasi yang diterima Tribun Bali, tidak ada aturan tentang kewajiban pemakaian kain endek setiap Selasa untuk warga masyarakat Bali. 

Tak Ada Kewajiban Warga Bali Pakai Endek Setiap Selasa, SE Gubernur Itu Untuk Lembaga dan Instansi
TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Perajin kain tenun endek Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Beredar kabar di tengah masyarakat bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeluarkan aturan yang mewajibkan warga masyarakat Bali untuk menggunakan busana berbahan kain tenun endek pada setiap hari Selasa.

Namun demikian, berdasarkan informasi yang diterima Tribun Bali, tidak ada aturan tentang kewajiban pemakaian kain endek setiap Selasa untuk warga masyarakat Bali. 

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor 04 tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali, Gubernur Bali I Wayan Koster hanya mengimbau penggunaan busana berbahan kain endek kepada kalangan di lingkup lembaga atau instansi.

Berbagai lembaga tersebut yakni instansi vertikal, pimpinan perguruan tinggi, bupati/walikota, pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMN dan BUMD, pimpinan perusahaan swasta dan pimpinan organisasi/lembaga kemasyarakatan se-Bali.

Dalam SE tersebut, tidak ada satupun kalimat yang mewajibkan pemakaian kain endek kepada  masyarakat Bali secara umum.

"Edaran ini mulai berlaku pada hari Selasa tanggal 23 Februari 2021, yang ditandai dengan memakai pakaian/busana baru berbahan kain tenun endek Bali/kain tenun tradisional Bali, yang dapat dilaksanakan dengan memakai produk lokal IKM masing-masing Kabupaten/Kota," kata Koster dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali beberapa waktu lalu.

Baca juga: Fraksi PDIP DPRD Bali Sebut Pemakaian Kain Tenun Endek Adalah Upaya Keberpihakan pada Ekonomi Rakyat

Baca juga: Koster Akan Undang Pimpinan Instansi dan Lembaga di Bali Soal Kebijakan Penggunaan Kain Tenun Endek

Selain mengimbau pemakaian endek setiap Selasa, melalui SE itu Koster meminta lembaga-lembaga dan instansi menghormati dan mengapresiasi kain tenun endek/tradisional Bali sebagai warisan budaya kreatif masyarakat Bali.

Pakaian/busana berbahan kain tenun endek/tradisional Bali itu harus merupakan produk lokal masyarakat di Pulau Dewata.

Gubernur Koster mengatakan, penggunaan pakaian/busana berbahan kain tenun endek/tradisional Bali di kalangan insan lembaga/instansi pada setiap hari Selasa itu tidak dibatasi atau tidak harus seragam dengan motif tertentu. 

Baca juga: Perancang Busana Asal Paris, Christian Dior Diwajibkan Pakai Kain Endek Para Perajin di Bali

Baca juga: Geliat Tenun Tradisional di Pejeng Kangin, Hidup Lagi Setelah 25 Tahun Mati Suri

Penggunaan pakaian/busana berbahan kain tenun endek/tradisional Bali dikecualikan jika bertepatan dengan purnama, tilem dan hari jadi pemerintah daerah.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Sunarko
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved