Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Arak Gula Menjamur di Karangasem, Petani Arak Tradisional Menjerit, Minta Gubernur Carikan Solusi

Petani arak tradisional di Kebung, Kabupaten Karangsem, merasa dirugikan maraknya arak gula di pasaran. Mereka minta Gubernur Bali carikan solusi.

Tayang:
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Komang Agus Ruspawan
Tribun Bali/Saiful Rohim
Petani arak tradisional di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, sedang memproses minuman arak. 

"Warga di Kebung hampir 99 persen kerja sebagai petani arak tradisional," tambahnya.

Perbekel Telagatawang, I Komang Muja Arsana, mengatakan petani arak tradisional sementara berhenti lantaraan arak tradisional kalah bersaing di pasaran dengaan arak fermentasi dari gula.

"Ada puluhan petani yang berhenti memanjat pohon kelapa. Petani mengaku rugi memanjat kelapa jika ujung-ujungnya hasil dari memanjat kelapa (arak) tidak laku terjual di pasaran,” sebutnya.

Kondisi ini membuat petani arak tradisional merugi. “Makanya desa pusing dengan kondisi ini," ungkap Muja Arsana, Selasa 23 Februari 2021.

Peredaran arak fermentasi gula merebak di Karangasem sejak tahun 2020 lalu. Kehadiran arak gula ini menggeser arak tradisional di pasaran.

"Sekarang petani arak tradisional menjerit karena terjepit dengan arak gula yang difermentasi. Permintaan arak tradisional merosot, hampir tak laku jual pasca pengusaha berbondong memproduksi arak gula," tambah Arsana.

Petani berharap pemerintah bisa memberi perhatian dan mencarikan solusi ke masyarakat khusus petani arak. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan jika dibiarkan berlarut-larut.

“Jika dibiarkan, warga akan kesulitan memenuhi ekonominya. Mengingaat arak tradisional penghasilan utama,” katanya.

Baca Juga: Petani Arak di Karangasem Keluhkan Maraknya Arak Gula, Redana: Tak Berkembang Seperti Harapan 

Baca Juga: Koster Beri Nama Barak, Arak Bali Jadi Minuman Berkelas Dunia 

Menurut data dari Dinas Perindutrsian & Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Karangasem, jumlah petani arak sekitar 7.600 orang.

Mereka tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Manggis, Sidemen, Abang, serta Kubu.

Masing-masing di Desa Telagatawang, Tenganan, Dukuh, Sidemen, dan Tri Eka Buana.

Dari ribuan petani arak di Karangasem, 800 orang dari Kecamatan Manggis, 2.500 orang dari Kecamatn Abang, dan 600 orang dari Kecamatan Kubu.

Paling banyak yakni di Kecamatan Sidemen mencapai 3.800 petani arak.

Produksi arak di Karangasem per tahun capai 2.650.000 botol.

Jika dikalkulasi perbulannya, petani arak di Karangasem mampu memproduksi sekitar 220.000 botol. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved