WIKI BALI
WIKI BALI - HUT ke-233 Kota Denpasar, Ini Sejarah Singkat Lahirnya Kota Denpasar
Kota Denpasar berawal dari keberadaan Puri Denpasar sejak tahun 1788 Masehi.Puri ini dulunya berlokasi di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha diman
Penulis: Putu Supartika | Editor: Noviana Windri
Juga dibagi menjadi 16 kelurahan, 27 desa, dan 35 desa pakraman.
Baca juga: HUT Angkasa Pura I, Bandara I Gusti Ngurah Rai Berbagi Kasih ke Yayasan Pembinaan Anak Cacat Bali
Baca juga: Masih Pandemi Covid-19, Upacara Penjamasan Duaja HUT Korem 163/Wira Satya Digelar di Lokasi Berbeda
Luas wilayah Kota Administratif Denpasar yakni 123,98 km dengan jumlah penduduk saat itu yakni 206.059 orang.
Pertahunnya, tingkat pertumbuhan penduduk di Denpasar yakni 3.5 persen.
Karena semakin berkembangnya Kota Denpasar dalam berbagai bidang, maka direncanakanlah agar Denpasar menjadi Daerah Otonom.
Selanjutnya, tanggal 15 Januari 1992 sesuai Undang-undang Nomor 1 tahun 1992, Denpasar menjadi Kota Madya Daerah Tingkat II Denpasar yang selanjutnya disahkan oleh Menteri Dalam Negeri tanggal 27 Februari 1992.
Selain itu, lewat Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 yang kemudian diganti dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, Kota Madya Daerah Tingkat II pun menjadi kota.
Untuk penetapan hari jadi Kota Denpasar, kemudian digelar seminar di Fakultas Sastra Unud yang diikuti oleh akademisi, budayawan, veteran, pangelingsir puri hingga tokoh masyarakat Kota Denpasar tahun 2012.
Dari seminar tersebut, dibahasa dua hal yakni pertama dari kajian historis menyebutkan Kota Denpasar berawal dari kota keraton, kota modern dan menjadi kota postmodern telah dimulai sejak tahun 1788 Masehi.
Kedua, berdasarkan UU Nomor 1 tahun 1992 dan hasil seminar tersebut, disetujui bahwa Lahirnya Kota Denpasar yakni tanggal 27 Februari 1788 Masehi.
Berdasarkan hasil seminar tersebut, tanggal 12 Desember 2012 dikeluarkanlah Peraturan Daerah Kota Denpasar Nomor 10 tahun 2012 tentang Hari Jadi Kota Denpasar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kawasan-jalan-gajah-mada-denpasar-tahun-1978-kala-bemo-dan-pesepeda-merajai-jalanan.jpg)