Breaking News:

Berita Bali

Parade Foto Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Saat Nyepi 2021

Sekira 84 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali dihentikan sementara.

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: DionDBPutra
Foto kiriman Stakeholder Relation PT Angkasa Pura I
Suasana apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menghentikan sementara operasional bandara selama 24 jam saat Hari Raya Nyepi, Minggu 14 Maret 2021.

Rekaman suasana  bandara dapat Anda saksikan dalam artikel ini. Semua foto kiriman Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Baca juga: Saat Nyepi Sebanyak 300 Petugas Tetap Siaga di Bandara Ngurah Rai Bali

Baca juga: Siagakan 36 Personel, Satgas Pantai Kuta Bali Atensi Khusus Tamu Hotel yang Ingin Main ke Pantai

Penghentian operasional bandara tersebut  dimulai Minggu pagi 14 Maret 2021 pukul 06.00 WITA hingga Senin 15 Maret 2021 pukul 06.00 WITA.

Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021.
Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021. (Foto kiriman Stakeholder Relation PT Angkasa Pura I)

Sekira 84 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai - Bali dihentikan sementara atau tidak dilayani selama pelaksanaan Nyepi.

Selama 24 jam Nyepi, ada pengecualian bagi penerbangan emergency landing dan medical evacuation dapat dilayani.

Suasana ruang Check in Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021.
Suasana ruang Check in Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021. (Foto kiriman Stakeholder Relation PT Angkasa Pura I)

"Walaupun Bandara I Gusti Ngurah Rai tutup operasional sementara, petugas kami tetap standby untuk melayani penerbangan yang bersifat darurat, seperti emergency landing dan medical evacuation. Perkiraan kurang lebih ada 300 petugas yang standby selama 24 jam," ujar Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Taufan Yudhistira, saat dikonfirmasi tribunbali.com, Minggu 14 Maret 2021.

Personel yang standby itu merupakan petugas operasional harian saat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali beroperasi, terdiri dari petugas Apron Movement Control (AMC), petugas Aviation Security (Avsec) dan petugas operasional lainnya.

Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021.
Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021. (Foto kiriman Stakeholder Relation PT Angkasa Pura I)

Sekarang terdapat sebanyak 11 pesawat yang menginap di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali atau RON (Remain Over Night/ Pesawat tinggal untuk bermalam).

Sebanyak 11 pesawat yang RON itu di antaranya 5 pesawat Garuda Indonesia, Lion Air Group 2 pesawat, AirAsia 2 pesawat dan 2 pesawat charter.

Dari data, diperoleh informasi bahwa sebanyak 41 penerbangan kedatangan dan 43 penerbangan keberangkatan berhenti beroperasi sementara selama 24 jam.

Maskapai Garuda Indonesia menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terdampak paling banyak, yaitu 23 penerbangan, dengan rincian 11 penerbangan tujuan Bali dan 12 penerbangan berangkat dari Bali.

Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021.
Suasana Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali saat Nyepi, Minggu 14 Maret 2021. (Foto kiriman Stakeholder Relation PT Angkasa Pura I)

Disusul oleh Citilink dan Wings Air masing-masing dengan 18 dan 12 penerbangan terdampak.

Sedangkan untuk rute dengan penerbangan terdampak paling banyak adalah penerbangan dari/ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK) dengan 31 penerbangan, disusul penerbangan dari/ke Bandara Juanda Surabaya (SUB) dengan 10 penerbangan.

Bandara Internasional Lombok dan Bandara Komodo di Labuan Bajo berada di urutan ketiga, dengan jumlah penerbangan terdampak yang sama, yaitu 8 penerbangan.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved