Myanmar

Polisi Myanmar yang Membangkang: Saya Tak Bisa Menembak Orang yang Tak Berbuat Kejahatan

Kepada Sky News, para polisi tersebut mengatakan mereka menolak perintah atasan untuk menembak dan menyiksa para demonstran anti-kudeta.

Editor: DionDBPutra
AFP/YE AUNG THU
Polisi Myanmar menindak demonstran yang menentang kudeta militer di Yangon pada 27 Februari 2021. 

Apalagi, banyak rekan mereka yang mulai menentang junta. Kini, kekhawatiran mereka bertambah setelah pemerintah mengirim pesan ke pejabat perbatasan.

Dalam pesannya, pemerintah India diminta mengidentifikasi migran ilegal dan memulangkan mereka. Dinas penegakan hukum hingga intelijen dikerahkan agar proses deportasi berjalan secepat mungkin.

"Kami tentu akan dibunuh jika sampai mereka (India) memulangkan kami," jelas seorang polisi.

12 Orang Tewas

Menurut kabar terbaru sedikitnya 12 orang terbunuh dalam aksi protes anti-kudeta militer.

Kantor Reuters pada Minggu 14 Maret 2021 melaporkan, lima orang ditembak mati dan beberapa lainnya cedera ketika polisi melepaskan tembakan ke arah para demonstran di Mandalay.

Mandalay merupakan kota terbesar kedua di Myanmar yang dilanda kudeta militer pada 1 Februari 2021.

Beberapa pedemo lainnya dihabisi di pusat Kota Pyay dan dua orang tewas dalam tembakan polisi di Yangon, di mana 3 orang telah dibunuh pada malam hari. Demikian menurut laporan media setempat.

Baca juga: Myanmar Semakin Mencekam, Jumlah Korban Jiwa akibat Menentang Junta Militer Terus Bertambah

"Mereka (pasukan keamanan) bertindak seperti dalam zona perang terhadap masyarakat tak bersenjata," kata aktivis yang berbasis di Mandalaay, Myat Thu.

Pria itu mengatakan jumlah kematian tersebut termasuk anak 13 tahun. Si Thun Tun, seorang demonstran lainnya, mengatakan melihat 2 orang ditembak, termasuk seorang biksu Buddha.

"Salah satu dari mereka terkena tembakan di tulang kemaluan, satu lagi ditembak mati hingga tewas," ujarnya.

Di Kota Pyay, saksi mata mengatakan pasukan keamanan awalnya menghentikan sebuah ambulans untuk menjangkau yang terluka dan menyebabkan satu kematian.

Seorang sopir di Chauk, kota di pusat Magwe Region, juga tewas setelah ditembak di dada oleh polisi. Hal ini menurut cerita teman keluarga korban.

Juru bicara junta iliter tidak mau menjawab panggilan telpon dari Reuters untuk menanggapi perkembangan bentrokan yang terjadi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved