Berita Buleleng
Pilkada Buleleng Diundur Menjadi Tahun 2024, Gerindra Tetap Siapkan Kader Untuk Maju
pelaksanaan pesta demokrasi di Bali Utara tersebut diundur menjadi tahun 2024 bersamaan dengan Pemilu Serentak.
Penulis: Ragil Armando | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Masa jabatan bupati dan wakil bupati Buleleng akan berakhir pada tahun 2022.
Hanya saja, pelaksanaan pesta demokrasi di Bali Utara tersebut diundur menjadi tahun 2024 bersamaan dengan Pemilu Serentak.
Pun begitu, hal ini tidak membuat Partai Gerindra berleha-leha.
Partai besutan Prabowo Subianto tersebut tetap mulai mempersiapkan mesinnya menghadapi Pilkada tersebut.
Baca juga: Nama Mulan Jameela Masuk Dalam Bursa Calon Bupati Garut yang Disiapkan Gerindra
Baca juga: Prabowo Ingatkan Kader Gerindra Jangan Bikin Gaduh di Tengah Pandemi Covid-19
Baca juga: Cucu Pendiri NU Jadi Wakil Ketua Umum Gerindra, Ini Kata Prabowo Subianto
Hal ini seperti diungkapan oleh Ketua DPC Gerindra Buleleng, Jro Nyoman Ray Yusha, Selasa 16 Maret 2021.
Ia mengaku bahwa sebagai partai terbesar kedua di Buleleng, Bali, pihaknya harus dan wajib mengikuti pesta demokrasi tersebut.
“Partai Gerindra nomor dua di Buleleng, secara nasional juga nomor tiga, Gerindra harus mengikuti pesta demokrasi,” katanya.
Bahkan, ia mengaku tidak mempermasalahkan mengenai waktu pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.
Gerindra mengaku siap jika Pilkada tetap dilaksanakan pada 2022 atau diundur bersamaan dengan Pemilu Serentak 2024.
“Saya sendiri sebagai Ketua DPC, sudah beberapa kali maju, untuk 2022 atau 2024, Gerindra tetap eksis, untuk mengisi demokrasi ke depan,” tegasnya.
Anggota DPRD Bali ini juga mengaku bahwa pihaknya belum mau menjajaki koalisi dengan partai manapun di Buleleng.
Pasalnya, pihaknya masih berfokus untuk menggodok dan menyiapkan kadernya untuk siap bertarung di Pilkada Buleleng.
Di DPRD Buleleng, dengan 45 kursi terbentuk enam (6) fraksi, masing-masing Fraksi PDIP dengan 19 kursi, ( PDIP 18 kursi dan PKB 1 kursi), kemudian Fraksi Golkar dengan 7 kursi, Fraksi Gerindra (5 kursi), Fraksi NasDem (5 kursi), Fraksi Hanura (5 kursi), dan Fraksi Demokrat 4 kursi (Demokrat 3 kursi dan Perindo 1 kursi).
“Kurang lagi 1 kursi. Artinya kita sebagai partai besar, mana-mana aja sudah bisa aja, kita jangan dulu sibuk cari partner, tapi siapkan kader dulu,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa para kader yang ingin maju menggunakan kendaraan Gerindra menurutnya harus siap baik secara elektabilitas, kapasitas, dan kapabilitas di mata masyarakat Buleleng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pilkada-serentakpilkada-2020-bali.jpg)