Breaking News:

Corona di Bali

Kadiskes Provinsi Bali Jelaskan Perbedaan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca

Saat ini selain vaksin jenis Sinovac, masyarakat Indonesia juga akan menerima vaksin Covid-19 jenis astraZeneca. 

Tribun Bali/Putu Wahyuni Sari
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya Jelaskan Perbedaan Vaksin Covid-19 Sinovac dengan AstraZeneca 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Saat ini selain vaksin jenis Sinovac, masyarakat Indonesia juga akan menerima vaksin Covid-19 jenis astraZeneca. 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, vaksin astraZeneca masih menjadi suatu penelitian atau analisis di Badan POM pusat. 

"AstraZeneca masih menjadi penelitian atau analisis dari Badan POM. Kalau vaksin Sinovac yang sudah kita dapatkan pada tahap pertama dan kedua merupakan virus yang dilemahkan."

Baca juga: Disdik Bangli Usul Pelaksanaan Ujian Semester Tatap Muka untuk SMP, Guru Diprioritaskan Dapat Vaksin

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Massal untuk Kawasan Zona Hijau di Sanur Bali Dilaksanakan Mulai 22 Maret 2021

Baca juga: Vaksin Covid-19 Bukan Sebagai Pengganti Protokol Kesehatan

"Yang tentu saja ini virus beneran yang dilemahkan sehingga tidak berefek menyebabkan sakit pada orang. Memang vaksin ada jenis-jenis tertentunya," jelasnya pada, Jumat 19 Maret 2021.  

Lebih lanjut, Suarjaya menjelaskan bahwa, dari beberapa jenis macam vaksin terdapat yang virusnya dilemahkan atau ada juga yang virusnya sudah mati atau yang lainnya. 

"Lalu, untuk AstraZeneca ini adalah Vektor Adenovirus, jadi bukan virus secara utuh melainkan ada bagian yang sudah hilang vektornya tetapi sudah dibuat sedemikian rupa dengan bahan-bahan tertentu dengan pelarut vaksin dan sebaginya."

"Selain itu, juga terdapat bahan-bahan aktif yang dapat menyebabkan vaksin ini kalau disuntikan akan menimbulkan reaksi munculnya anti bodi pada tubuh orang," tambahnya.  

Baca juga: 8.689 Orang Pelayan Publik di Karangasem Telah Divaksin

Baca juga: Pelayan Umat di Taman Prakerti Bhuana Gianyar Telah Divaksinasi Tahap 2

Baca juga: Disdikpora Denpasar Ajukan 8.400 Guru dan Tenaga Pendidik untuk Vaksinasi Covid-19

Tentunya masing-masing tubuh akan memiliki respons yang berbeda-beda.

Tetapi terdapat hal yang penting untuk dipahami bahwa respons antibodi yang seseorang dapatkan seusai vaksin ini tergantung dari aktivitas seseorang.

Suarjaya juga turut memberikan tips cara meningkatkan antibodi seusai mengikuti kegiatan vaksinasi. 

"Pertama memang harus diimbangi dengan aktivitas fisik yang baik. Olahraga harus cukup, harus konsumsi makanan yang bergizi dan yang ketiga harus istirahat yang cukup."

Baca juga: Meski Sudah Divaksin, Anda Tetap Perlu Surat Swab atau Rapid Jika Lakukan Perjalanan ke Luar Daerah

"Jadi ketiga hal ini dilakukan oleh orang yang sudah divaksin dan umumnya antibodinya akan cepat naik," tambahnya. 

Ia juga menambahkan, kedua vaksin ia rasa akan menimbulkan efek yang sama, yaitu untuk meningkatkan imun.

Jadi apapun jenis vaksinnya tidak ada masalah, yang berbeda hanya pada bahan untuk pembuatannya.

Tentu saja hal tersebut sudah melalui kajian penelitian yang cukup panjang sehingga pihaknya meyakini bahwa vaksin inilah yang dapat menimbulkan kekebalan pada tubuh. (*)

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved