Wawancara dengan Dubes RI untuk Malaysia, Lebih 50 Persen TKI di Malaysia Ilegal
Dubes RI untuk Malaysia Hermono mengaku tengah fokus mengurusi TKI di Malaysia.
Memang industri farmasi kita baru develop, tapi kita yakin dengan perubahan gaya hidup ini juga akan menimbulkan new demand itu. Inilah yang kita perlu pelajari betul.
Karena kita yakin bahwa live after Covid-19 ini something different before Covid-19.
Itulah yang sedang kita coba, kita target bahwa kita harus meng-create new demand.
Apa sih yang dibutuhkan orang-orang, masyarakat, setelah Covid-19 atau new normal ini.
Ini yang harus kita cermati betul, kita pelajari betul.
Produk-produk berkaitan dengan health issue, suplemen, jamu ini kan ada kesamaan budaya kita.
Saya minta kepada pasar perdagangan, coba create new demand karena lifestyle akan berubah.
Djoko Tjandra, dia punya kantor besar di KL dan di Indonesia. Puluhan tahun dia bisa buka usaha di KL, tiba-tiba diserahkan ke Indonesia. Apa penyebabnya?
Saya sendiri waktu itu belum ada (belum jadi Dubes di Malaysia), belum sampai.
Tetapi yang saya dapat sampaikan, bahwa antara Polri dan Kepolisian Diraja Malaysia itu hubungannya sangat erat.
Saya kira karena kerjasama police to police, Indonesia bisa difasilitasi.
Pak Joko Tjandra kan sebenarnya DPO.
Mungkin ada faktor urusan hukum di Indonesia, bahwa dia ini target DPO.
Akhirnya lewat kerjasama polisi ini dia bisa ditangkap.
Sebelum itu Indonesia juga punya perjanjian ekstradisi dengan Malaysia. Begitu Najib Razak jatuh, tiba-tiba saja Djoko Tjandra ditangkap. Bagaimana?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wawancara-dengan-dubes-ri-untuk-malaysia.jpg)