Breaking News:

Berita Bali

Kota Denpasar & Singaraja Alami Inflasi Sebesar 0,47 Persen dan 0,81 Persen

I Made Agus Adnyana, dalam acara press release BPS Provinsi Bali menjelaskan, bahwa Kota Denpasar dan Singaraja mengalami inflasi.

Istimewa
Tampilan screenshot acara press release Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali yang digelar secara live melalui YouTube BPS Provinsi Bali pada Kamis 1 April 2021 - Kota Denpasar & Singaraja Alami Inflasi Sebesar 0,47 Persen dan 0,81 Persen 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PLT Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, I Made Agus Adnyana, dalam acara press release BPS Provinsi Bali menjelaskan, bahwa Kota Denpasar dan Singaraja mengalami inflasi.

"Bulan Maret ini bertepatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi, di mana kedua Kota, yaitu Kota Denpasar dan Singaraja sama-sama mengalami inflasi. Yang masing-masing sebesar 0,47 persen untuk Kota Denpasar dan 0,81 persen untuk Kota Singaraja," ucapnya pada Kamis 1 April 2021.

Inflasi Kota Denpasar pada bulan Maret 2021 tersebut ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 104,81 pada Februari 2021 menjadi 105,30 pada Maret 2021.

I Made Agus Adnyana menjelaskan, bahwa tingkat inflasi tahun kalender atau year to date (y t d) dan tingkat inflasi tahun ke tahun atau Maret 2021 terhadap Maret 2020 (y o y) tercatat masing-masing setinggi 1,04 persen dan 0,52 persen.

Baca juga: Provinsi Bali Alami Inflasi Sebesar 0,52 Persen secara Month to Month

Baca juga: Antisipasi Inflasi Jelang Galungan, Pemkab Klungkung Pantau Ketersediaan dan Distribusi Komoditi

Baca juga: Inflasi 1,68 Persen, Jumlah Turis Asing Anjlok 73,6 Persen

Dari sebelas kelompok pengeluaran, delapan kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi, yaitu kelompok I terdiri dari makanan, minuman, dan tembakau setinggi 1,80 persen.

Lalu kelompok II terdiri dari pakaian dan alas kaki setinggi 0,61 persen, kemudian kelompok VIII yang terdiri dari rekreasi, olahraga, dan budaya setinggi 0,25 persen.

Kemudian kelompok IV yang terdiri dari perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga setinggi 0,18 persen dan kelompok VII, yakni informasi, komunikasi, dan jasa keuangan setinggi 0,12 persen.

Dilanjutkan dengan kelompok XI, yakni perawatan pribadi dan jasa lainnya setinggi 0,10 persen, kelompok X, yaitu penyediaan makanan dan minuman atau restoran setinggi 0,01 persen dan kelompok V, yakni kesehatan setinggi 0,01 persen.

Sementara itu, dua kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok VI, yakni transportasi sedalam 0,11 persen dan kelompok III, yaitu perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sedalam 0,09 persen.

Halaman
123
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved