Breaking News:

Berita Tabanan

Petugas Temukan Kartu Remi dan Ceki Dalam Lapas Tabanan, Juga Sejumlah Barang Berbahan Logam

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Kanwilkumham Provinsi Bali, TNI dan Polri, obok-obok areal Lapas Kelas IIB Tabanan, Selasa

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat petugas menggeber barang-barang yang berhasil disita dari belasan kamar warga binaan pemasyarakatan di halaman Lapas Tabanan Klas IIB, Selasa 6 April 2021 

TRIBUN-BALI.COM,  TABANAN - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali bersama Kanwilkumham Provinsi Bali, TNI dan Polri, obok-obok areal Lapas Kelas IIB Tabanan, Selasa 6 April 2021.

Beruntungnya dari kegiatan di 18 kamar warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini belum menemukan barang berbahaya seperti senjata tajam atau narkotika di dalam lapas.

Namun, kegiatan yang dilakukan puluhan personel gabungan ini justru menemukan barang berupa kartu remi dan kartu ceki serta benda berbahan logam lainnya.

Menurut pantauan, satu per satu ruangan di Lapas Tabanan ini diperiksa petugas, begitu juga dengan penghuninya.

Baca juga: Tabanan Hentikan Isolasi Terintegrasi Karena Tak Ada Anggaran, Pasien OTG-GR Diminta Isolasi Mandiri

Sekitar 40 menit pemeriksaan, petugas mendapati sejumlah barang seperti kartu remi, ceki, kosmetik, gelas, sendok, sabuk, korek serta beberapa barang lainnya yang terbuat dari logam.

Selain itu juga menemukan sejumlah barang berbahaya seperti gunting kuku, paku serta beberapa lainnya.

Kabid Brantas BNNP Bali, I Putu Agus Arjaya menjelaskan, kegiatan sidak oleh tim gabungan ini sesuai dengan hasil koordinasi antara Lapas Tabanan dengan BNNP Bali serta TNI dan Polri.

Kegiatan ini menjadi deteksi dini dalam artian para penghuni lapas ini akan sadar bahwa pergerakan mereka di dalam penjara ini diawasi agar tidak melakukan hal-hal yang negatif.

"Hasil temuannya tidak ada yang signifikan. Hanya ada beberapa benda seperti sendok, peralatan wanita (lipstik) dan lainnya juga," katanya.

Dia menegaskan, tujuan ini dari kegiatan ini adalah sebagai deteksi dini atau antisipasi agar para warga binaan pemasyarakatan tidak melakukan hal yang liar di dalam penjara.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved