Breaking News:

Berita Bangli

Tradisi Pesamsaman Desa Adat Kubu Bangli Saat Sugihan Jawa, Upacara Penyucian Bagi Warga Usai Cerai

Bendesa Adat Kubu, I Nyoman Nadi mengungkapkan tujuan tradisi Pesamsaman karena leluhur di wilayah Kelurahan Kubu tidak menginginkan ada masyarakat

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Sejumlah warga yang bercerai saat melakukan upacara penyucian di depan candi bentar pura desa. Kamis (8/4/2021) 

Untuk yang bercerai, apabila keduanya berasal dari Kubu, wajib hadir. Namun jika salah satunya misalkan istrinya dari Denpasar, bisa suaminya saja,” jelas pria 56 tahun itu.

Setelah berkumpul di Balai Banjar, pasangan suami istri yang bercerai menunjukkan barang bukti berupa akta perceraian dari pengadilan, surat keterangan kepolisan, dan lain sebagainya yang menunjukkan bahwa pasangan suami istri tersebut telah sah bercerai secara hukum.

 “Seluruh kelengkapan itu diperiksa oleh penyarikan. Jika dinilai sudah lengkap, selanjutnya Prajuru Desa Adat Kubu memulai sidang adat melalui awig-awig yang disebut penyapihan, dipimpin oleh Bendesa,” ucapnya.

Prosesi pesamsaman kali ini diikuti oleh tujuh pasang suami istri yang bercerai.

Baca juga: 69 Siswa Bangli Bali Putus Sekolah Selama Tahun 2020

 Prosesi ini wajib dilakukan seluruh masyarakat Desa Adat Kubu.

Sebab warga yang telah sah bercerai secara hukum, namun belum mengikuti tradisi pesamsaman, maka yang bersangkutan masih dianggap suami istri secara adat.

“Kalau belum mesamsam, berarti warga tersebut masih dikenai ayahan mungkul. Sedangkan jika sudah bercerai dan sudah sah secara adat, maka yang bersangkutan dikenai ayahan balu.

 Selain itu, jika warga belum melaksanakan pesamsaman, maka ia tidak boleh menikah lagi. Termasuk bagi mereka yang cerai karena ditinggal meninggal,” jelasnya.

Denda Bagi Penggugat Cerai

Penyarikan Desa Adat Kubu, I Nengah Miasa menambahkan, dalam sidang adat, bendesa selaku pemimpin sidang akan meminta keterangan alasan perceraian dari masing-masing warga yang bercerai. Selanjutnya pembacaan awig dan perarem, serta pemutusan denda dari bendesa.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved