Berita Badung
Gunakan Dana Tak Terduga, Perbaikan Atap di SD No 2 Sempidi Badung Tak Lakukan Tender
Perbaikan atap sekolah di SD Nomor 2 Sempidi sudah dilakukan pasca tertimpa dahan pohon yang mengakibatkan kerusakan parah.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Perbaikan atap sekolah di SD Nomor 2 Sempidi sudah dilakukan pasca tertimpa dahan pohon yang mengakibatkan kerusakan parah.
Kendati demikian perbaikan tidak menggunakan tender lantaran dianggap darurat.
Proses perbaikan pun dilakukan dengan menggunakan dana tidak terduga yang diusulkan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung.
Namun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) memperkirakan anggaran yang dihabiskan mencapai Rp400 sampai Rp500 juta.
Hal tersebut disampaikan Kabid Gedung dan Sarana Disdikpora Kabupaten Badung, Putu Roby Widya Harsana saat dikonfirmasi Jumat 9 April 2021.
Baca juga: Badung Kekurangan Rombel, Ratusan Lulusan di 3 Kecamatan Terancam Tak Tertampung di SMP Negeri
Baca juga: Wabup Badung Tinjau Aset Tanah Pemkab, Akan Dimanfaatkan Untuk Pembangunan Pura Pancung Segara
"Semua anggaran digunakan dari APBD Badung yang diambil dari dana tidak terduga," jelasnya.
Kendati demikian pihaknya belum memastikan total dana yang diperlukan.
Pasalnya dalam penggunaan dana darurat hitungannya ada di belakang. Sehingga jika sudah dilakukan rancangan dan permohonan ke pimpinan, selebihnya disetujui langsung dikerjakan.
"Tapi rancangan kami sih Rp400 juta, dan langsung diperbaiki karena sifatnya darurat. Kalau pakai tender habis waktunya nanti," bebernya.
Baca juga: Pembangunan 2 Gedung Sekolah di Badung Tertunda, Disdikpora Berharap Tahun 2022 Bisa Terealisasi
Dikatakan sesuai instruksi bupati, perbaikan dilakukan oleh Disdikpora Badung, BPBD hanya melakukan pengecekan.
"Memang kejadian atau kerusakan itu karena adanya bencana alam. Sehingga kita tidak bisa memprediksi kerusakan tersebut," jelasnya.
Diakui saat kejadian terlihat hanya dua plafon atau atap yang jebol dan mengalami rusak parah.
Namun setelah dibongkar beberapa besi yang lain juga mengalami kerusakan.
"Kita kan tidak mungkin menggunakan kayu karena yang sebelumnya baja ringan. Jadi tetap kita gunakan baja ringan dan plafonnya menggunakan gipsun," bebernya.
Baca juga: Kapolres Badung Minta Masyarakat Tetap Melaksanakan Prokes Saat Hari Raya Galungan Dan Kuningan
Saat ini, akunya proses perbaikan sedang berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-bangunan-sekolah-yang-atapnya-diperbaiki-di-sd-no-2-abiansemal.jpg)