Breaking News:

Serba Serbi

Ini Makna Penjor dan Rangkaian Perayaan Hari Suci Galungan Dalam Hindu Bali

Galungan sebagai satu diantara hari raya besar, dalam Hindu Bali sebentar lagi akan dirayakan. Tepatnya pada Buda Kliwon Dungulan

Tribun Bali / Rizal Fanany
ilustrasi-penjor. Ini Makna Penjor dan Rangkaian Perayaan Hari Suci Galungan Dalam Hindu Bali 

“Sebab saat hari raya ini, umat Hindu malah seharusnya mampu mengendalikan diri. Melakukan penyucian diri, berbuat kebajikan, kegiatan mulia, bahkan beramal (dana punia),” sebutnya.

Kemudian melakukan pemujaan kepada ida bhatara-bhatari, dewa-dewi, dan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Melakukan yadnya yang tulus ikhlas, silaturahmi dengan keluarga, saling memaafkan dan menerapkan sifat bijaksana lainnya.

Sehingga segala sifat dan perilaku buruk, dapat dikendalikan dengan baik.

Setiap Galungan, selain sembahyang di pamerajan, masyarakat Hindu juga melakukan persembahyangan di Pura Kahyangan Tiga, kawitan, kahyangan jagat, dan sebagainya.

Baca juga: Jelang Galungan 2021, Penjual Hiasan Penjor di Kapal Badung Bali Mulai Diserbu Warga

Mengunjungi tempat-tempat suci, dimana ida Tuhan dan manifestasinya berstana.

Menghaturkan banten sebagai rasa terimakasih dan syukur kepada beliau.

Beberapa banten, yang biasa dihaturkan saat Galungan adalah sodahan, banten kurenan, punjung, penyeneng, rayunan, dapetan, geboban, dan lain sebagainya.

“Hal inipun disesuaikan dengan kemampuan masing-masing umat Hindu,” jelasnya.

 Sehingga yadnya itu tidak memberatkan, namun dilakukan dengan ikhlas.

Halaman
1234
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved